Dark/Light Mode

Kemenhub Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Arus Balik Di Jalur Darat

Jumat, 29 Mei 2020 21:31 WIB
Kendaraan arus balik dari luar Jabodetabek menuju Jakarta, masuk melalui Gerbang Tol Cikampek Utama 2, Jakarta, Kamis (28/5). (Foto: Humas Jasa Marga)
Kendaraan arus balik dari luar Jabodetabek menuju Jakarta, masuk melalui Gerbang Tol Cikampek Utama 2, Jakarta, Kamis (28/5). (Foto: Humas Jasa Marga)

 Sebelumnya 
Berdasarkan pengetatan pengawasan yang dilakukan di Terrminal Pulogebang dalam periode 9 Mei s.d 24 Mei 2020, total  bus yang berangkat dari Terminal Bus Pulogebang berjumlah 80 bus. Sedangkan bus yang datang, ada 43.

Sementara jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 645 orang, dan yang datang 206 orang. Sedangkan jumlah orang yang ditolak berangkat, ada 152 orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya dan di hari normal, jumlah rata-rata per hari bus dan penumpang Bus AKAP di Terminal Pulogebang sangat menurun signifikan. Hanya 5 bus perhari dan 41 penumpang perharinya.

Baca juga : OJK Keluarkan Stimulus Lanjutan Antisipasi Dampak Covid-19

Bandingkan dengan kondisi Idul Fitri 2019, yang rata-rata mencapai 250 bus per hari dan 9.000 penumpang perharinya. Sedangkan pada hari normal, rata-rata mencapai 150 bus per hari dan 2.000 penumpang per hari.

Di moda penyeberangan, pengawasan ketat dilakukan di lintas penyeberangan Merak – Bakauheni, Ketapang – Gilimanuk, Padang Bai – Lembar. Di ketiga pelabuhan penyeberangan tersebut, dilaporkan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada jumlah penumpang, maupun kendaraan yang mengangkut penumpang.

Jumlah penumpang di Pelabuhan Merak-Bakauheni dari mulai bulan Februari s.d Mei 2020 dilaporkan terus mengalami penurunan. Pada Februari 2020, terdapat 1,3 juta penumpang dari Merak dan Bakauheni, Maret (1,2 juta), April (572 ribu), dan Mei (191 ribu).

Baca juga : Kemenhub Perketat Pengawasan Arus Balik

Dari moda kereta api, belum ada indikasi terjadi lonjakan penumpang Kereta Luar Biasa (KLB). Hingga saat ini, tingkat keterisian kursi penumpang KLB dengan rute lintas utara yaitu St. Gambir-Cirebon-(Kejaksan)-Semarang (Tawang)-Surabaya Pasar Turi (PP) dan St. Gambir-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP), serta rute lintas Selatan yaitu St. Bandung-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP), pada 30 dan 31 Mei 2020, baru sebesar 44 persen.

Dari ketersediaan tiket yang dijual sebesar 396 tiket, baru terisi sebanyak 174 tiket.

Walaupun begitu, tim Ditjen Perkeretaapian Kemenhub tetap konsisten melakukan koordinasi dengan tim satgas di masing-masing stasiun, untuk memastikan pemeriksaan dokumen calon penumpang berjalan dengan baik. Serta memastikan pelayanan kereta api tetap memperhatikan protokol kesehatan. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.