Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KLHK Dorong UB Forest Jadi Satelit Pemulihan Ekosistem Hutan Dunia
Jumat, 5 Juni 2020 11:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono menyelenggarakan audiensi dengan Universitas Brawijaya (UB) Selasa, (2/06).
KLHK berharap Universitas Brawijaya berperan dalam pemulihan ekosistem dengan pendekatan pengelolaan hulu DAS berantas dan mampu melestarikan flora dan fauna.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK, Siti Nurbaya menyambut baik dan gembira atas inisiatif kerja sama ini.
Hal ini merupakan komitmen bersama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.
Baca juga : PUPR Percepat Pemulihan Ekonomi di Jayapura dan Wamena
Bambang juga menargetkan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UB bisa dilakukan sebelum akhir Juni 2020.
“Beberapa hal yang disepakati dan akan ditindaklanjuti antara lain terkait kajian perubahan iklim, pengembangan ekowisata, SDGs, produktivitas hutan, pengendalian kebakaran hutan, KKN tematik, agroforestry dan pembinaan masyarakat sekitar hutan” ujar Bambang, yang baru menerbitkan buku soal Kepemimpinan Trans Global ini.
Bambang berharap bahwa UB sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dapat selalu memberikan komitmen untuk dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien.
Misalnya, dalam berperan aktif tenaga ahli dan guru besar UB mengkaji perubahan iklim, teknik peningkatan produktivitas hutan, model pengendalian kebakaran dan pengelolaan sampah.
Baca juga : Rektor UIN Apresiasi Perkembangan Teknologi Pertanian
“Ke depan, UB diharapkan berperan dalam pemulihan ekosistem dengan pendekatan pengelolaan hulu DAS berantas, berperan dalam memfasilitasi kajian lingkungan hidup strategis bersama pemerintah daerah, dan mampu melestarikan flora dan fauna. Kampus yang ramah lingkungan serta mampu membawa warganya untuk mencintai lingkungan, menuju kampus yang sehat, unggul dan sejahtera,” harap Bambang.
Saat ini, KLHK telah menyerahkan Surat Keputusan Penetapan Pengelolaan Lahan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 544,74 Ha kepada UB, yang akan dijadikan laboratorium pendidikan di luar kampus utama.
Kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang terletak di Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang yang biasa disebut UB Forest tersebut, akan dijadikan laboratorium yang diharapkan bisa menjadi sarana penunjang pendidikan bagi mahasiswa, penelitian bagi dosen, dan pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.
Pria jebolan IPB ini berharap UB Forest dapat dijadikan satelit KLHK dalam percontohan Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) nasional, mulai dari sistem laboratorium pengawasan hutan, implementasi agroforestry, melestarikan flora dan fauna, hasil riset yang implementatif untuk peningkatan produktivitas hutan skala luas dan pelestarian lingkungan.
Baca juga : KLHK Manfaatkan Produksi Hutan Untuk Energi Terbarukan
Sementara Rektor UB, Nuhfil Hanafi menyampaikan bahwa UB Forest sebagai pusat penelitian serta sumber pembelajaran ditujukan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui program interdisipliner yang meliputi ilmu tanah, biologi satwa liar, geografi dan botani, ekonomi, bisnis, sosiologi, ilmu administrasi, kedokteran hewan, teknologi informasi, planologi, teknik pengairan dan lain-lain.
“UB Forest juga ditujukan sebagai bentuk optimalisasi dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemitraan kepada masyarakat dan instansi lain serta peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi,” tambahnya.[FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya