Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pakai Baju Khas Madura, Mahfud Hadiri Upacara HUT RI ke-75
Senin, 17 Agustus 2020 11:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengikuti upacara perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus secara virtual dari Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta, Senin (17/8).
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud didampingi Sekretaris Menko, para Deputi, para Staf Ahli dan Staf Khusus dengan protokol kesehatan ketat. Sementara para staf militer mengenakan pakaian dinas upacara, Mahfud tampil dengan balutan baju Sakera, pakaian khas Madura.
Baca juga : Hari Bhayangkara ke-74, Mahfud MD Harap Polri Tak Alergi Dikritik
“Indonesia bersatu dalam keberagaman, beragam kedaerah dan keagamaan. Alhamdulilah, sekarang saya bisa ikut. Saya kan orang Madura. Jadi, dalam kesempatan baju tradisional ini, saya mengenakan baju khas Madura ini,” ujar Mahfud.
Baju Sakera yang terdiri dari baju hitam longgar atau pesaan dan celana hitam longgar atau gomboran memiliki makna khusus. Warnanya yang hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah.
Baca juga : Berkaca Kasus Ravio, Mahfud: Jaga HP Agar Tak Diretas
“Ini merupakan sifat kerja khas dari rakyat Madura. Sedangkan bajunya yang serba longgar,melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang Madura. Selain itu, bentuk baju yang sederhana melambangkan kesederhanaan,” terang Mahfud.
Kemudian, kaosnya yang unik dengan motif garis merah putih, memperlihatkan sikap tegas dan semangat juang tinggi orang Madura dalam menghadapi segala hal.
Baca juga : Akui Keganasan Corona, Trump Harap-harap Cemas
“Ini baju khas tukang sate Madura. Semua orang Madura, bangga Indonesia merdeka. Sekarang semua anak - apakah itu anak tukang sate atau anak petani bawang - bisa jadi jenderal, bisa jadi dokter, profesor. Bisa jadi apa saja. Karena itu, kita harus terus mensyukuri nikmat kemerdekaan,” kata Mahfud.
Dalam apel virtual ini, Mahfud juga menggunakan ikat kepala kain atau odheng. Ujung simpulnya yang berbentuk huruf alif, penanda keesaan Tuhan. Ini melambangkan ketaatan masyarakat Madura sebagai pemeluk agama Islam. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya