Dark/Light Mode

Mandiri Benih Kedelai, Manfaatkan Lahan Pematang dengan VUB

Senin, 24 Agustus 2020 17:13 WIB
Petani menanam kedelai di lahan pematang/Ist
Petani menanam kedelai di lahan pematang/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu faktor penentu dalam peningkatan produktivitas tanaman adalah benih. Benih bersama dengan sarana produksi lainnya seperti pupuk, air, cahaya, iklim menentukan tingkat hasil produksi tanaman. Meskipun cukup tersedia sarana produksi yang lain, tetapi bila digunakan benih asalan atau bermutu rendah maka produksinya akan rendah. 

Benih bermutu merupakan upaya penting untuk mendukung keberhasilan usahatani. Benih bermutu memberikan manfaat bagi usahatani di antaranya kemampuan viabilitas benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih, pertumbuhan tanaman yang seragam, rendemen lebih tinggi, mutu hasil lebih tinggi dan tanaman akan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap gangguan OPT serta adaptasi terhadap agroekosistem setempat.

Selama ini petani seringkali diperhadapkan dengan ketidaktersediaan benih dalam jenis varietas, jumlah yang dibutuhkan dan waktu yang tepat di lokasi usahatani. Sehingga mengharuskan petani menggunakan benih yang bukan terpilih atau benih asalan. Namun ada juga petani yang menyiapkan benih secara mandiri.

Sebagai contah adalah Petani di Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang selalu menanam kedelai pada pematang sawah untuk dijadikan benih. 

Baca juga : Gandeng BPJS Kesehatan, ALAMI Tingkatkan Layanan Faskes di Indonesia

“Hal ini dimaksudkan agar setelah panen padi dilakukan, benih kedelai telah tersedia dan siap tanam pada musim kering yang biasa dimanfaatkan untuk budidaya kedelai.” jelas Muchlis Adie, peneliti kedelai Balitbangtan.

Menurut peneliti yang bertugas di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi ini, penyediaan benih kedelai secara mandiri telah menjadi kebiasaan dan berlangsung secara turun temurun. 

“Sehingga Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan dikenal sebagai salah satu sentra kedelai yang ada di Kabupaten Pasuruan.” lanjutnya.

Jenis varietas kedelai yang biasa ditanam oleh petani di Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan adalah Varietas Wilis. Varietas yang dirilis Kementerian Pertanian pada tahun 1983 ini dibeli oleh petani dari BBI Bedali Lawang pada tahun 2000. Sampai saat ini benih tersebut secara turun-temurun masih digunakan.

Baca juga : Karolin Minta Petani Manfaatkan Lahan Tidur

Muchlis Adie menambahkan, banyak manfaat yang didapat oleh petani dari tanam kedelai dengan memanfaatkan pematang sawah. Selain menambah pendapatan, tanaman kedelai di pematang juga bisa berfungsi sebagai media pengendali musuh alami yang dapat membantu untuk menekan hama penyakit tanaman padi.

 “Selain menambah pendapatan dan mengurangi biaya produksi, tanaman kedelai tersebut juga berfungsi sebagai tanaman refugia sehingga mengurangi risiko serangan hama penyakit yang menyerang tanaman pokok/tanaman padi.” ujar Muchlis

Lebih lanjut Muchlis juga menyayangkan penggunaan varietas lama oleh petani di Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan.

“Banyak Varietas Unggul Baru (VUB) kedelai hasil penelitian Balitbangtan dan telah dilepas oleh Kementerian Pertanian dengan produktivitas yang lebih tinggi dan umur panennya lebih pendek,” terangnya.

Baca juga : Timnas Senior dan U-19 Mulai Latihan Perdana Pekan Ini

Beberapa varietas unggul baru kedelai rakitan Balitbangtan antara lain Detap 1 (tahan pecah polong), Devon 1, Devon 2 (kandungan isoflavon tinggi), Dena 1, Dena 2 (tahan naungan), Dering 1 (toleran kekeringan), Dega 1 (biji besar, umur genjah) dan masih banyak lagi yang tentunya  bisa dikembangkan di Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan di mana petani dapat memilih sendiri varietas sesuai preferensi mereka. 

Sementara, menurut Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry, perlu dirancang keberlanjutan pembinaan dan pemberdayaan petani melalui kelompok tani atau kelompok penangkar menjadi Desa Mandiri Benih (DMB) untuk menyediakan benih unggul bersertifikat secara mandiri di wilayahnya. 

“Dengan pembentukan Desa Mandiri Benih tersebut, diharapkan akan diperoleh nilai manfaat dan mampu meningkatkan ekonomi sektor pertanian di tingkat desa atau wilayah.” terangnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.