Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketemu Presiden Di Istana Bogor
Menristek Diminta Kebut Kembangin Vaksin Covid-19
Kamis, 10 September 2020 06:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Vaksin Merah Putih melaporkan perkembangan Vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Presiden meminta tim yang diketuai Bambang Brodjonegoro itu bekerja cepat dalam pengembangan vaksin tersebut.
Ketua Penanggung Jawab Tim Vaksin Merah Putih Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam pertemuan itu, Presiden memberi arahan agar tim bekerja cepat terutama untuk pengembangan bibit Vaksin Merah Putih.
Baca juga : Ketemu Presiden, Bambang Brodjonegoro Cs Diminta Ngebut Kembangin Vaksin Corona
“Presiden juga meminta bibit vaksin diteliti dan dikembangkan institusi dalam negeri,” ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) itu saat memberikan keterangan pers usai menghadap Presiden Jokowi.
Menurut Bambang, saat ini lembaga Eijkman sudah memulai pengembangan Vaksin Merah Putih dengan platform protein rekombinan.
Di mana prosesnya sudah mencapai 50 persen dari tugas Eijkman mengembangkan bibit vaksin di laboratorium. Lembaga Eijkman menargetkan akhir tahun ini uji vaksin terhadap hewan sudah bisa diselesaikan.
Baca juga : Masuk Kantor Damri Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19
Sehingga pada awal tahun, Eijkman bisa menyerahkan bibit vaksin kepada PT Bio Farma untuk dilakukan formulasi produksi dalam rangka uji klinis. “Baik uji klinis tahap 1, 2 dan 3,” katanya.
Setelah uji klinis selesai dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin aman, maka Bio Farma akan melakukan produksi massal.
Bambang memperkirakan, pada triwulan IV-2021, vaksin bisa diproduksi dalam jumlah besar dan akan melengkapi vaksin yang akan didatangkan Sinovac China dan G42 United Arab Emirates.
Baca juga : LIPI Produksi Protein Rekombinan untuk Vaksin Covid-19
Bambang juga mengundang lebih banyak perusahaan farmasi swasta terlibat dalam upaya memproduksi vaksin Covid-19. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan vaksin yang besar.
“Kalau penduduk 270 juta jiwa, maka vaksinasi harus diberikan minimal 540 juta. Otomatis butuh kapasitas produksi besar,” kata Bambang.
Dia mengatakan, sejauh ini sudah ada tiga perusahaan potensial yang tertarik untuk bergabung. Dengan semakin banyaknya perusahaan swasta yang bergabung, dia berharap Indonesia bisa mewujudkan kemandirian dalam penyediaan dan pengembangan vaksin. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya