Dark/Light Mode

Bentuk Penghargaan Pemerintah

TNI/Polri Dapat Rumah Subsidi

Rabu, 6 Maret 2019 06:21 WIB
Presiden Jokowi menyematkan tanda penghormatan kepada anggota TNI/Polri dalam sebuah kesempatan.(Foto : twitter@jokowi)
Presiden Jokowi menyematkan tanda penghormatan kepada anggota TNI/Polri dalam sebuah kesempatan.(Foto : twitter@jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan bantuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk para Aparat Sipil Negara dan TNI/Polri. Bantuan KPR tersebut merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah terhadap pengabdian mereka.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, keputusan itu sesuai dengan hasil rapat terakhir Menteri PUPR dengan Wapres beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu ada kesepakatan bahwa untuk ASN dan TNI/Polri akan diberikan bantuan subsidi perumahan. Mekanismenya tetap pakai KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Khalawi menjelaskan, KPR ini nantinya tidak hanya diberikan untuk ASN dan TNI/Polri yang belum memiliki rumah saja. Tapi juga bagi mereka yang telah memiliki rumah boleh memanfaatkan fasilitas dari pemerintah ini.

Baca juga : Baleg: Pemerintah Males Datang Rapat

“Fasilitas KPR untuk ASN dan TNI/Polri ini boleh untuk mereka yang pertama mendapatkan subsidi dari negara. Kalau mereka sudah punya rumah juga diperbolehkan. Tapi jika mereka sudah pernah dapat subsidi sebelumnya ya tidak boleh,” kata Khalwi, kemarin.

Dalam pelaksanaan penyaluran subsidi KPR ini, nanti bedanya adalah tipe rumahnya yang bisa sampai Tipe 72. Selain itu, harganya juga dibatasi, yakni KPR nya dibatasi sampai Rp 300 juta untuk golongan III dan Rp 250 juta untuk golongan II dan I. "Subsidinya nanti tergantung KPR nya. Yang pasti bunganya tetap 5 persen dan ada subsidi uang muka,” terangnya.

Pemerintah, lanjut Khalawi, juga membebaskan para ASN dan TNI/Polri untuk memiliki rumah yang mereka inginkan. Pilihannya ada dua, rumah tapak dan rumah vertikal atau Rusun. Untuk kota- kota besar seperti di DKI Jakarta, pemerintah mengimbau agar mereka memilih Rusun dengan harga yang terjangkau.

Baca juga : Keluarga Dan Pilihan Politik

“Rumahnya bisa pilih, rumah tapak atau vertikal. Kalau di Jakarta larinya ke arah rumah vertikal kalau di daerah bisa rumah tapak. Nanti yang dibatasi kan harga KPR nya. Misalnya apartemen paling rendah untuk tipe keluarga di Jakarta harganya bisa Rp500 juta ke atas. Subsidi KPR nya ya tetap tadi Rp300 juta atau Rp250 juta,” jelasnya.

Untuk cara mendapatkan subsidi KPR ini, para ASN dan TNI Polri bisa menghubungi perbankan atau pengembang. Hal ini juga diyakni akan mampu meningkatkan capaian Program Satu Juta Rumah di Indonesia.

“Kami optimistis KPR untuk ASN dan TNI/Polri akan diminati banyak pihak baik perbankan maupun pengembang. Kami harap ASN dan TNI/Polri bisa memiliki rumah yang layak,” harapnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.