Dark/Light Mode

Serapan Anggaran Di Masa Pandemi: Kemensos Tertinggi, Mensos Puji Bawahan

Minggu, 11 Oktober 2020 09:20 WIB
Mensos Juliari P Batubara (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Mensos Juliari P Batubara (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan, Kemensos menjadi kementerian dengan penyerapan anggaran tertinggi, yakni sebesar 81,23 persen dari total pagu sebesar Rp 134 triliun, atau sebesar Rp 108,851 triliun, per 10 Oktober 2020. Dengan demikian, Kemensos berada di urutan teratas dalam realisasi anggaran dari seluruh K/L. 

Mensos mengapresiasi jajarannya atas capaian ini, seraya tetap meminta mereka terus meningkatkan kinerja. Pencapaian ini berkat keras seluruh jajaran Kemensos dalam penggunaan pagu, khususnya dalam hal penyaluran bantuan sosial. “Jadi bukan karena menterinya yang hebat, tapi seluruh jajaran Kemensos yang bekerja dengan serius dan berdedikasi sehingga penyerapan anggaran berjalan lancar, dan yang terpenting tepat sasaran,” kata Mensos, di Jakarta, kemarin. 

Baca juga : Kak Seto Minta Orang Tua Tak Bersikap Seperti Komandan

Pagu Kemensos 2020 sebesar Rp 134 triliun meliputi belanja pegawai sebesar Rp 510.231.340.000, telah direalisasikan sebesar Rp 355.173.385.757 (69,61 persen); belanja barang sebesar Rp 5.288.809.012.520 telah direalisasikan sebesar Rp 2.716.290.737.723 (51,36 persen). Kemudian belanja modal sebesar Rp 243.405.689.000, dengan realisasi Rp 88.015.221.112 (36,16 persen), dan belanja bansos sebesar Rp 127.966.473.064.480, dengan direalisasikan sebesar Rp 105.691.763.555.996 (82,59 persen). 

Dengan anggaran jumbo, Kemensos tidak hanya dibelanjakan untuk bansos dalam menangani masyarakat terdampak pandemi. Namun juga berkontribusi besar terhadap program-program Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari total anggaran PEN sebesar Rp 204,9 triliun, Rp 128 miliar di antaranya dialokasikan untuk Kemensos berupa program jaring pengaman sosial. “Realisasi anggaran PEN di Kemensos juga tinggi dan menggembirakan. Yakni Rp 103.484.415.949.000 atau 80,74 persen (per 10 Oktober),” katanya. 

Baca juga : Temui Jaksa Agung, Mensos Minta Dikawal

Dari anggaran tersebut dialokasikan ke beberapa program, yakni Bansos Sembako Jabodetabek sebesar Rp 6,84 triliun dengan realisasi Rp 4,5 triliun (65,84 persen), Bansos Tunai sebesar Rp 32,4 triliun dengan realisasi Rp 23,36 triliun (72,08 persen), Bansos Tunai bagi KPM Program Sembako Non-PKH sebesar Rp 4,5 triliun dengan realisasi 100 persen, PKH sebesar Rp 36,80 triliun dengan realisasi sebesar Rp 36,26 triliun (98,52 persen). Kemudian Bansos Beras dengan anggaran Rp 4,51 triliun terealisasi sebesar Rp 0,9 triliun (20 persen), dan BPNT/Program Sembako sebesar Rp 43,12 triliun dengan realisasi sebesar Rp 33,96 triliun (78,76 persen). [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.