Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lompatan Menuju Negara Maju
MRT Bakal Ubah Budaya Transportasi Warga Jakarta
Selasa, 12 Maret 2019 16:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, Selasa (12/3), Moda Raya Transport (MRT) Jakarta mulai beroperasi gratis dalam jumlah terbatas. Ada 4 ribu warga yang telah terdaftar di hari pertama dengan 98 perjalanan kereta dua arah. Ujicoba publik ini dilakukan sampai 24 Maret, dengan total penumpang 285.600 orang.
Kehadiran MRT diharapkan mampu mengubah budaya bertransportasi warga Jakarta. Mulai dari soal kepedulian, kedisiplinan, ketertiban, hingga kesadaran beralih ke transportasi publik. "Supaya tertib, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi penumpang. Cara menggunakan eskalator, misalnya. Penumpang yang tak ingin buru-buru, bisa berdiam di sisi kiri, dan memberikan sisi kanan untuk akses penumpang lain yang ingin bergegas cepat," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar di Jakarta, Selasa (12/3).
Yang harus juga diperhatikan,adalah aturan naik turun penumpang. Saat ini, dipintu kereta ada garis kuning yang terletak di sisi kiri kanan jalan untuk antrean, dan panah warna hijau di bagian tengah. Artinya, penumpang yang turun harus didahulukan.
Baca juga : KPK Bakal Sidangkan Bupati Bekasi Cs Di PN Tipikor Jakarta
“Warga kita kan kalau ke Singapura, bisa tertib mengikuti aturan di sana. Jadi, kami berharap, hal semacam itu juga bisa diterapkan di Jakarta. Ini akan menjadi lompatan menuju negara maju," kata William.
Terkait ticketing, semua transaksi dilakukan secara non tunai dengan kartu bank BNI, BRI, Mandiri, BCA, dan Bank DKI. Namun, selama masa uji coba, kartu tersebut belum digunakan.
Jadi Solusi
Baca juga : Minim Nilai Tambah, Cuma Gali Lalu Jual
MRT Jakarta yang akan beroperasi penuh pada 24 Maret datang, diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. "Ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk membudayakan masyarakat naik angkutan umum," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono kepada Rakyat Merdeka, Selasa (12/3).
Bambang mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, agar masyarakat terdorong menggunakan transportasi umum. Dalam hal ini, masyarakat harus memiliki kemudahan menjangkau MRT.
"Pertama, kita harus membangun feeder, dengan menyediakan angkutan lanjutan di masing-masing stasiun MRT, baik firstmile maupun lastmile. Kedua, MRT dan moda-moda lainnya juga harus terintegrasi dengan transportasi online. Ketiga, kita harus menyediakan park and ride di mal-mal dan pusat perbelanjaan yang dekat dengan stasiun MRT, dengan tarif flat.
Keempat, membuka trayek-trayek baru untuk bus yang menghubungkan berbagai pemukiman dengan stasiun Lebak Bulus. Bila diperlukan, kita juga bisa menerapkan kebijakan push," terang Bambang.
Baca juga : Presiden Jokowi Ketemu Siti Aisyah Di Istana Negara
Contoh kebijakan push yang sudah dijalankan adalah sistem ganjil genap di Sudirman-Thamrin atau Electronic Road Price (ERP) alias kebijakan jalan berbayar. "Saya optimis, gaya hidup masyarakat, perlahan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. Untuk tahap awal, MRT akan mengangkut 120 ribu orang per hari. Kalau kita ambil 40 persen saja, yang pindah kan lumayan," jelasnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya