Dark/Light Mode

Refleksi Kinerja 2020, Nurbaya Luncurkan Buku Hutan Indonesia

Kamis, 31 Desember 2020 08:10 WIB
Menteri LHK, Siti Nurbaya meluncurkan buku The State of Indonesias Forest (SOIFO) 2020, Hints (Pokok-pokok) dan Seek (Harapan) 2021 yang digelar secara virtual, di Jakarta,  Rabu (30/12).
Menteri LHK, Siti Nurbaya meluncurkan buku The State of Indonesias Forest (SOIFO) 2020, Hints (Pokok-pokok) dan Seek (Harapan) 2021 yang digelar secara virtual, di Jakarta, Rabu (30/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  meluncurkan buku The State of Indonesia's Forest (SOIFO) 2020.

Buku tersebut, merefleksikan proses partisipatif dalam mencapai konsensus berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan hutan Indonesia. Dalam buku ini juga menunjukkan konsistensi corrective actions, dan dapat menjadi referensi internasional.

"Kehadiran buku ini menjadi bukti penting untuk Write what you do dan 'Do what you write'. Jadi tulis apa yang kamu kerjakan, jangan mengarang-ngarang. Kita konsisten terhadap rencana kerja untuk diimplementasikan. Dengan prinsip sesederhana itu, kita membangun nilai-nilai produktif bagi bangsa," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya saat acara Refleksi Kinerja 2020: The State of Indonesia's Forest (SOIFO) 2020, Hints (Pokok-pokok) dan Seek (Harapan) 2021 yang digelar secara virtual, di Jakarta,  Rabu (30/12).

Baca Juga : Mahfud Lebih Galak Dari Jenderal Dudung

Siti yang juga Dewan Penasehat Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) ini berharap, tahun 2021 dan tahun-tahun seterusnya, KLHK dapat mencatatkan kemajuan dan pencapaian yang lebih baik demi kemaslahatan rakyat dan kehidupan di planet bumi yang lebih berkelanjutan.

Penasihat Senior Menteri LHK selaku editor pelaksana SOIFO 2020, Efransjah mengatakan, buku ini menunjukkan kepada dunia internasional tentang transparansi pengelolaan kehutanan di Indonesia. 

"Kita menyajikan apa adanya dalam buku ini. Meski begitu, silahkan saja kalau ada yang mau membahas dari aspek keilmuan lain misalnya," katanya.

Baca Juga : Risma Dicurigai

Bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), Buku SOIFO pertama kali diterbitkan pada tahun 2018, dan mendapat respons positif, khususnya dari kalangan internasional. Berdasarkan pengalaman tersebut, SOIFO akan diperbarui secara berkala untuk memenuhi harapan publik. 

FAO Indonesia Representative Ad Interim, Richard Trenchard menyampaikan apresiasi atas peluncuran SOIFO 2020 ini."Buku ini mencakup laporan hutan dan kehutanan Indonesia yang disusun dengan baik. Buku ini saya harap dapat dibaca tidak hanya di level nasional, tetapi juga di tataran internasional," ucapnya.

Apresiasi juga datang dari pelaku usaha kehutanan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan, publikasi ini akan menjadi referensi bagi khalayak luas, khususnya bagi kalangan pelaku usaha kehutanan.

Baca Juga : Liga Inggris : Liverpool Main Kaca Mata, MU Bisa Mengkudeta

"Saya ingat pada tahun 2018, kami sempat bingung untuk mencari sumber informasi dan data kehutanan Indonesia. Kehadiran buku ini sangat membantunya mendapatkan referensi yang kredibel," ujarnya. [FIK]