Dark/Light Mode

PSBB Jakarta Diterapkan Di Jawa-Bali

Rem Anies Diinjek Jokowi

Kamis, 7 Januari 2021 08:02 WIB
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma`ruf Amin, memimpin Rapat Terbatas melalui konferensi video dengan seluruh gubernur mengenai penanganan Covid-19 dan rencana vaksinasi, di Istana Negara, Jakarta, kemarin. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Ma`ruf Amin, memimpin Rapat Terbatas melalui konferensi video dengan seluruh gubernur mengenai penanganan Covid-19 dan rencana vaksinasi, di Istana Negara, Jakarta, kemarin. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rem mendadak yang diinjek Anies Baswedan, Oktober 2020, karena Covid-19 di Jakarta mengganas, kini diinjek Presiden Jokowi. Mulai pekan depan, Pemerintah Pusat sudah memutuskan memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serentak di Jawa-Bali. Beda dengan Anies yang sempat di-bully, keputusan Jokowi injek rem ini justru disambut positif karena perkembangan Covid memang semakin menggila dan mencemaskan.

Sebelum PSBB serentak Jawa-Bali diumumkan, Jokowi memberi sejumlah clue (petunjuk) saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi bersama para menteri dan gubernur, di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Sebagian peserta Ratas hadir di Istana Negara, sebagian lagi mengikuti secara virtual.

Di awal pidatonya, Jokowi memaparkan strategi penanganan pandemi. Urutannya, tetap sama dengan sebelumnya. Pertama, penanganan kesehatan. Kedua, perlindungan sosial. Ketiga, pemulihan ekonomi.

Berita Terkait : Jokowi Targetkan, 29 Juta Vaksin Sudah Disebar Ke Daerah Pada Maret 2020

Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, menyinggung lockdown yang kembali diberlakukan sejumlah negara. "Bangkok lockdown, Tokyo dinyatakan dalam keadaan darurat, London juga di-lockdown. Kemudian, seluruh Inggris juga di-lockdown. Karena penyebaran Covid-19 yang sangat eksponensial," paparnya.

Kepala Negara menekankan, penanganan pandemi tidak lagi cukup dengan kerja keras. Tapi, kerja mati-matian. Agar 3T (testing, tracing, dan treatment) dan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) bisa benar-benar diterapkan di lapangan. "Sekali lagi, di lapangan," tegas Jokowi. Air mukanya kelihatan kesal, ketika mengulang ucapan itu. 

Pasalnya, dari hasil survei yang dikantongi Jokowi, motivasi disiplin terhadap protokol kesehatan di masyarakat mulai kendor. Ia meminta para gubernur mendisiplinkan kembali protokol kesehatan. "Memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, ini berkurang," tandasnya.

Berita Terkait : Divaksin Covid Pun, Jokowi Pilih Rabu

Setelah Ratas, Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto tampil di hadapan awak media mengumumkan PSBB serentak se-Pulau Jawa dan Bali. PSBB diterapkan mulai 11 Januari sampai 25 Januari 2021, atau selama 2 pekan.

Alasannya, seluruh provinsi di wilayah Jawa dan Bali memenuhi salah satu dari empat parameter yang telah ditetapkan untuk PSBB. Pertama, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau 3 persen. Kedua, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional atau di bawah 82 persen. Ketiga, kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional atau sekitar 14 persen. Keempat, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70 persen.

Meskipun dilakukan serentak se-Jawa dan Bali, Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan, penerapan PSBB dilakukan secara mikro, sebagaimana arahan Jokowi sebelumnya. "Nanti pemerintah daerah, gubernur, akan menentukan wilayah-wilayah yang akan dilakukan pembatasan tersebut," kata Airlangga, di Istana Negara.
 Selanjutnya