Dark/Light Mode

Inspeksi ke Bandara Soetta, Menhub Pastikan Keselamatan Penerbangan

Minggu, 17 Januari 2021 16:29 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat inspeksi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (17/1). (Foto: BKIP Kemenhub)
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat inspeksi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (17/1). (Foto: BKIP Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi untuk memastikan keselamatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (17/1).

Di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 09.00 WIB, Menhub terjun langsung mengecek kesiapan pesawat (ramp check) Batik Air nomor registrasi PK-LBH di sisi udara (air side). Adapun ramp check di dalam operasional sehari-hari dilakukan oleh inspektur yang ditunjuk oleh regulator.

"Hari ini kita melaksanakan ramp check, suatu proses di mana semua pesawat yang akan berjalan dilakukan penelitian terlebih dahulu terhadap fungsi mesin, fungsi pergerakan. Oleh karenanya kami pastikan bahwa pesawat yang akan take off di semua bandara di Indonesia dengan suatu kualifikasi laik," ujar Menhub Budi Karya saat inspeksi di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (17/1).

Berita Terkait : Bertemu Keluarga Korban Sriwijaya Air, BKS Pastikan Operasi Pencarian Dimaksimalkan

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menjelaskan, di dalam ramp check, dilakukan pemeriksaan mendetail guna menjamin kelaikan pesawat untuk beroperasi, termasuk antara lain mencakup pemeriksaan log book catatan pesawat terkait mesin, struktur dan operasional.

Penting Kolaborasi Stakeholder di Bandara Soetta

Menhub menuturkan, peran operator bandara juga amat penting dalam mendukung keselamatan penerbangan khususnya terkait dengan pergerakan pesawat selama di area bandara.

Berita Terkait : Penumpang Arus Mudik Nataru Anjlok 40 Persen

Di tempat yang sama, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, koordinasi dilakukan antara PT Angkasa Pura II dengan AirNav Indonesia untuk memastikan keamanaan pergerakan pesawat selama di bandara.

"Ground movement dilakukan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, sehingga pergerakan pesawat dipastikan memenuhi aspek keselamatan," ujar Muhammad Awaluddin.

AirNav Indonesia merupakan penyedia jasa navigasi penerbangan yang mengoperasikan menara Air Traffic Controller (ATC) termasuk di Bandara Soekarno-Hatta. Adapun personel di menara ATC yang bertugas memantau lalu lintas penerbangan. Awaluddin menuturkan, kolaborasi antara PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan AirNav Indonesia diimplementasikan melalui konsep berbasis teknologi yakni Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

Berita Terkait : Puncak Arus Balik Nataru, Bandara Angkasa Pura II Pastikan Kesiapan Personel Dan Fasilitas

"Selain PT Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia, stakeholder lain yang berkolaborasi di dalam konsep A-CDM adalah pihak ground handling yang menunjang operasional maskapai seperti misalnya melakukan penanganan penumpang, bagasi penumpang pesawat, kargo, hingga menyediakan berbagai peralatan untuk pergerakan pesawat di darat," ujar Awaluddin.

Konsep A-CDM ini meningkatkan kolaborasi lebih erat antara PT Angkasa Pura II, AirNav Indonesia, pihak ground handling, dan maskapai.

"Output yang dihasilkan dari kolaborasi melalui A-CDM ini adalah terjaganya aspek keselamatan penerbangan dan tingginya tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP) maskapai sehingga aspek safety, security, service through compliance atau dikenal dengan 3S + 1C dapat selalu dipenuhi oleh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta," pungkas Awaluddin. [FAQ]