Dark/Light Mode

Airlangga Ajak Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesennya

Selasa, 19 Januari 2021 13:07 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat donor plasma konvalesen. (Foto: YouTube)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat donor plasma konvalesen. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengajak, penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasma konvalesennya. Hal ini untuk membantu pasien yang masih dalam perawatan.

Menurut Menko Perekonomian itu, donor plasma menjadi bagian dari 3T, metode ini masuk dalam Treatment. Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

“Donor plasma konvalesen menjadi upaya lain selain vaksinasi yang sudah bergulir dari pemerintah,” ujar Airlangga, Selasa (19/1).

Berita Terkait : Wujud Syukur, Airlangga Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Airlangga sendiri mengaku sudah mendonorkan plasma kovalesennya pada pencanangan Gerakan Donor Plasma. Dia mengakui pernah terpapar, tetapi sudah dinyatakan sembuh. Keinginannya untuk mendonorkan plasma ini sebagai bentuk ungkapan syukurnya karena bisa bertahan dari paparan Covid-19.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, sebelum melakukan donor plasma sudah melakukan persiapan, antara lain menerapkan pola hidup sehat, dan menjalani pemeriksaan dokter. Tanpa status sehat dari dokter, calon pendonor tak bisa menyumbangkan plasma darahnya.

"Ini adalah ungkapan rasa syukur saya, karena termasuk orang-orang yang mampu bertahan dari serangan Covid-19. Dengan mendonorkan plasma konvalesen, saya berharap bisa menolong pasien Covid lainnya untuk segera sembuh," katanya.

Berita Terkait : Puskesmas Ciracas Mulai Suntikkan Vaksin Covid-19 Ke Tenaga Kesehatan

Ia juga berharap, gerakan donor plasma ini diikuti penyintas Covid-19 lainnya di seluruh Indonesia. Gerakan donor plasma konvalesen menjadi upaya lain untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang sudah menerjang Indonesia hampir setahun.

"Kalau 10 persen dari penyintas ikut menyumbang plasma, bisa menyelamatkan 70 ribu jiwa," kata Airlangga.

Ia menambahkan, target PMI 5000 plasma perbulan atau 60 ribu per tahun, dan saat ini satu plasma dari penyintas Covid-19 sudah ditunggu 80 pasien yang sedang dalam perawatan.

Berita Terkait : Partai Emas Dukung Program Vaksinasi Covid-19

Selain gerakan donor plasma, lanjut dia, pemerintah sudah menggulirkan program vaksinasi dan seruan untuk disiplin protokol kesehatan. [DIT]