Dark/Light Mode

Puji GeNose Bikinan UGM

Menko Airlangga Ajak Universitas Lain Kembangkan Riset Dan Inovasi Di Tengah Pandemi

Senin, 25 Januari 2021 11:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inovasi baru GeNose bikinan peneliti Universitas Gadjah Madja (UGM) Yogyakarta diyakini berkonstrubusi besar dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yakin GeNose akan mendukung peningkatan program 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

Airlangga pun mengapresiasi kepada para ahli UGM yang telah menciptakan GeNose. "Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada civitas akademika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas penemuan alat-alat baru yang hadir melengkapi karya anak bangsa dalam upaya mengatasi Pandemi Covid-19," ujar Ketua Umum Partai Golkar ini dalam webinar Sumbangsih UGM dalam Penanggulangan Covid-19 melalui Penemuan Alat-Alat Kesehatan, Minggu (24/1) lalu.

Saat ini, pemerintah juga tengah menyiapkan Vaksin Merah Putih yang dapat menjadi game changer, melalui kerjasama dengan Lembaga Eijkman, LIPI, Universritas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga UGM.

Berita Terkait : Gerindra Ikutan Pasang Badan

"UGM turut berperan mengembangkan teknologi integrasi DNA sintetik ke dalam vector plasmid yang diperkirakan tahun ini sudah dapat dilakukan uji imunogenisitas pada hewan," ungkap Menko Airlangga.

GeNose merupakan inovasi alat non-invasif, dengan biaya terjangkau yang memberikan hasil lebih cepat dan reliabilitas tinggi. "Produk Inovasi GeNose yang diciptakan oleh Tim UGM diharapkan dapat berkontribusi dalam membantu penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi," yakin Airlangga.

Alat kesehatan lainnya yang telah diciptakan oleh peneliti UGM antara lain; face shield, bilik swab yang dilengkapi HEPA filter, dan alat pengukur suhu tubuh dengan pemindai wajah. Serta, menciptakan alat viral transport medium, RI-GHA sebagai uji diagnosis cepat berbasis antibody, dan ventilator.

Berita Terkait : Airlangga: Wujud Syukur Dengan Selamatkan Nyawa Sesama

"Hadirnya produk riset karya anak bangsa ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat terutama di tempat-tempat aktivitas perekonomian seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat wisata. Sehingga dapat menggerakkan kembali ekonomi masyarakat," harapnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KC-PEN) ini mendorong perguruan tinggi untuk meraih peluang dan tantangan dalam pengembangan produk riset dan inovasi di tengah pendemi. Sehingga dapat meningkatkan pengembangan dan penguatan sektor kesehatan Indonesia.

"Kami mendukung dan menyambut baik pengembangan produk riset dan inovasi bidang farmasi dan kesehatan. Kami juga terus mendorong kerjasama maupun alih teknologi yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi, Badan Usaha Milik Negara maupun Badan Usaha Swasta untuk kemajuan industri farmasi dalam negeri," papar dia.

Berita Terkait : Top, Airlangga Bersedia Donor Plasma Konvalesen

Ke depan, kata Menko Airlangga, perguruan tinggi dapat semakin bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong penemuan berbagai riset karya anak bangsa untuk menghadapi tantangan dan peluang Indonesia.

"Semoga penemuan produk-produk riset dan inovasi di bidang farmasi dan kesehatan dapat terus dikembangkan untuk penanggulangan pandemi Covid-19 dan jenis virus lainnya saat ini dan di masa yang akan datang," harapnya.

Kendati demikian, Menko Airlangga mengingatkan, kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan yakni 3M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan 3T testing, tracing dan treatment menjadi kunci utama dalam penanganan Covid-19 untuk mencegah penyebaran dan penularan kasus Covid-19. [TIF]