Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
China Berkomitmen Perbaiki Aturan Soal ABK Indonesia
Rabu, 17 Februari 2021 23:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China komitmen untuk memperbaiki sejumlah aturan terkait sejumlah kasus kematian, pelarungan jenazah, dan kondisi kerja tidak layak yang melibatkan awak kapal (ABK) asal Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Basilio Dias Araujo mengatakan, Pemerintah tengah melakukan negosiasi dengan China untuk melakukan perbaikan-perbaikan itu."Kami berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, dan kami dapat laporan bahwa China mau perbaiki," katanya, Rabu (17/2).
Baca juga : Pertamina Sukses Selamatkan 2 Kapal Indonesia
Basilio meyakini, dengan keputusan Pemerintah China, perbaikan juga diharapkan akan dilakukan di lapangan."Kami mendapat laporan dari Kemenlu bahwa komunikasi dengan China sangat bagus," katanya.
Lebih lanjut, Basilio mengatakan, Kemenko Marves juga mendorong Kemenlu untuk melakukan kerja sama, khususnya untuk pengakuan ijazah-ijazah yang diterbitkan oleh Indonesia.
Baca juga : Pertamina Kelar Bangun 12 Terminal BBM Di Indonesia Timur
"Dalam hal ini kita sebut mutual recognition. Jadi kami sudah mendorong Kemenlu akan melakukan mutual recognition untuk bisa menerima ijazah kita yang diterbitkan oleh para lembaga-lembaga di pendidikan Indonesia," katanya.
Basilio menambahkan, untuk bisa melindungi pelaut Indonesia yang bekerja di kapal asing, Pemerintah juga mendorong pengiriman pelaut profesional.
Baca juga : KKP Bersama Kemenparekraf Kembangkan Wisata Bahari Indonesia
Kemenko Marves telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menyiapkan 1.000 pelaut perwira (officer).
"Karena kalau kita ingin melindungi ABK, maka strateginya adalah menguasai kapalnya. Dengan demikian kita bisa kirim para perwira," katanya. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya