Dark/Light Mode

Sisa APBN 2020 Rp 234 T, Mau Dipakai Untuk Vaksinasi Dan Stimulus UMKM

Selasa, 23 Februari 2021 21:24 WIB
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo (Foto: Istimewa)
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam APBN 2020 mencapai Rp 234,7 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah program 2021.

“Kita pakai untuk vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita bisa gunakan untuk stimulus UMKM dan beberapa program rakyat 2021,” kata Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, dalam webinar Kantor Staf Presiden (KSP), di Jakarta, Selasa (23/2), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Keberhasilan Vaksinasi Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Dalam Perpres 72 tahun 2020, APBN 2020 diproyeksi mengalami defisit sebesar 6,34 persen atau mencapai Rp 1.039,2 triliun. Hingga akhir 2020, realisasi defisit mencapai Rp 956,3 triliun atau mencapai 6,09 persen. Sehingga terdapat sisa lebih mencapai Rp 234,7 triliun.

Yustinus menerangkan, sisa pembiayaan anggaran itu muncul karena pemerintah melakukan berbagai efisiensi program yang lebih terukur. “Dengan berbagai efisiensi berbagai program lebih terukur, kita bisa menghemat realisasinya 6,09 persen, penghematan sebesar Rp 234 triliun,” terangnya.

Baca Juga : Latih Karakter Sejak Remaja Dapat Meningkatkan Potensi Diri

Pada 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 688,3 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, insentif usaha, dan program prioritas. Alokasi itu lebih besar dibandingkan realisasi PEN pada 2020 mencapai Rp 579,8 triliun atau 83,4 persen dari alokasi sebesar Rp 695,2 triliun. [USU]