Dark/Light Mode

Rentan Tertular Virus

Teten Usulkan UMKM Diprioritaskan Suntik Vaksin

Selasa, 2 Maret 2021 20:18 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (Foto: KemenkopUKM)
Menkop UKM Teten Masduki (Foto: KemenkopUKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberian vaksin kepada para pedagang atau pelaku UMKM serta koperasi diharapkan segera terwujud. Hal ini mengingat para pelaku UMKM, terutama pedagang pasar, adalah kelompok yang rentan tertular virus Covid-19, karena kerap berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga pemberian vaksin kepada mereka diharapkan bisa menekan laju penyebaran Covid-19.

Berita Terkait : BGS Ingatkan Pemda Gencarkan Prokes 3T

Menyoal ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yakin hal tersebut sudah diperhitungkan Kementerian Kesehatan. (Kemenkes). "Strategi rencana besarnya diatur Kemenkes. Tapi sektor UMKM termasuk yang sedang kami susun dan usulkan untuk disegerakan mendapat vaksin, terutama di pedagang kuliner. Supaya mencegah penyebaran virus. Tapi vaksin kan datang secara bertahap, saya yakin akan dapat gilirannya," ucap Teten dalam Focus Group Discussion Rakyat Merdeka bertajuk Protokol Kesehatan Terjaga, Ekonomi Rakyat bangkit secara virtual, Selasa (2/3).

Berita Terkait : Pengusaha Ingin Pekerja Maritim Diprioritaskan Dapat Vaksin

Pihaknya juga mendukung, pemberian vaksin diprioritaskan kepada mereka yang punya kemampuan daya beli. Dengan harapan, setelah menerima vaksin, mereka kembali merasa pede dan nyaman untuk membelanjakan simpanan mereka. Misalnya untuk wisata, travelling, maupun konsumsi lainnya. "Tujuannya kan supaya uang mereka tidak tidur beranak di rumah saja, tapi dibelanjakan. Terutama di level middle up, untuk memberikan kontribusi belanja nasional," kata Teten.

Berita Terkait : `Pendekar Biru` Ikut Tangkal Hoaks Vaksin Covid-19

KemenkopUKM juga terus berupaya melakukan pendampingan UMKM agar terus melakukan adaptasi saat pandemi. Bagaimana bergerak dari offline ke online, agar marketnya bisa terus growing up. "Bagaimana caranya produk UMKM tetap bisa diakses, tapi tetap aman memenuhi standar kesehatan," ujarnya. [DWI]