Dark/Light Mode

Halal Haram Jangan Diributin Lagi

Nih, Pengurus MUI Sudah Divaksin Pake AstraZeneca

Kamis, 8 April 2021 07:31 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (Foto: Instagram)
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta masyarakat tidak lagi meributkan kehalalan vaksin AstraZeneca. Soalnya, vaksin asal Inggris itu sudah disuntikkan ke anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, masyarakat nggak perlu khawatir

Hal itu dikatakan Ma’ruf saat meninjau vaksinasi Covid-19 yang digelar di kantor pusat MUI, Jakarta, kemarin.

Didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Ma’ruf tiba pukul 08.30 WIB. Eks Rais Aam PBNU itu bilang, vaksinasi yang dilakukan di MUI itu merupakan yang keempat kalinya.

Tapi, dibandingkan tiga vaksinasi sebelumnya, vaksinasi kali ini disebut Ma’ruf istimewa. Apa sih istimewanya?

“Istimewanya, vaksinasi yang keempat ini menggunakan vaksin AstraZeneca. Karena memang masalah ini kan menjadi persoalan yang cukup hangat,” tutur Ma’ruf.

Berita Terkait : Bio Farma Minta Kemlu Lobi India

Sebelumnya, MUI menetapkan vaksin AstraZeneca haram karena mengandung unsur babi. Namun, boleh digunakan dalam keadaan darurat.

Ma’ruf berharap, dengan menyuntikkan vaksin AstraZeneca itu terhadap anggota MUI, maka akan timbul rasa kepercayaan di tengah masyarakat. Masyarakat, tidak perlu ragu menggunakannya.

“Maka yang kita persoalkan sekarang jangan lagi bicara halal haram, tapi boleh apa tidak boleh,” tegasnya.

Karena itu, Ma’ruf memastikan vaksinasi dengan AstraZeneca akan terus dilakukan hingga ke MUI daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Dia menegaskan, bagi majelis ulama, vaksinasi sudah menjadi kewajiban atau fardu kifayah.

“Karena herd immunity atau kekebalan kelompok itu baru bisa dicapai kalau 70 persen sudah divaksin, artinya 181,5 juta itu. Maka hukumnya wajib sebelum (target) itu tercapai,” ucap Ma’ruf.

Berita Terkait : Jangan Takut Divaksin, Sinovac Dan AstraZeneca Sama Baiknya

Dia juga memastikan, program vaksinasi Covid-19 akan tetap berjalan selama bulan puasa atau Ramadan. Suntikan vaksin tidak akan membatalkan ibadah puasa masyarakat.

Namun, jika fisik kurang mendukung karena sedang berpuasa, maka vaksinasi juga dapat dilaksanakan di malam hari setelah berbuka.

Malahan, Indonesia patut bersyukur lantaran upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah untuk mengamankan pasokan vaksin berhasil. Sehingga, sejak Januari 2021, Indonesia telah memulai program vaksinasi.

Saat ini, Indonesia juga termasuk sembilan besar negara yang telah melakukan vaksinasi. Sebanyak 1,3 persen dari jumlah penduduk telah mendapatkan vaksin.

“Namun karena jumlah penduduk kita besar, rasio dosis vaksin per 100 penduduk baru sekitar 4,2 orang, yang di bawah rata-rata dunia 7,4 orang,” imbuhnya.

Berita Terkait : Menkes & WHO Saksikan Kiai Disuntik AstraZeneca

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, sosialisasi vaksin Covid-19 akan dilakukan perwakilan MUI di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

“Ikhtiar ini harus kita terus lakukan tiada henti, tidak menyerah meski banyak isu-isu (vaksin di) media yang terkadang membuat masyarakat ragu,” tutur Amirsyah. [DIR]