Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ulama Di Jatim Divaksinasi
Vaksin AstraZeneca Halalan Thayyiban
Selasa, 23 Maret 2021 06:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Vaksin AstraZeneca disebar ke beberapa provinsi untuk mempercepat vaksinasi Covid-19. Termasuk, di pondok-pondok pesantren Jawa Timur (Jatim).
Presiden Jokowi mengungkapkan hal itu ketika meninjau vaksinasi massal yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, kemarin.
Jokowi mengaku sudah bertemu dengan para kiai dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Menurutnya, para ulama tak mempermasalahkan penggunaan vaksin AstraZeneca.
“Beliau-beliau tadi menyampaikan bahwa Jatim siap diberi vaksin AstraZeneca dan segera akan digunakan di pondok pesantren yang ada di Jatim,” ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengapresiasi sambutan para ulama terhadap program ini. Dia memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk segera mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke Jatim dan provinsi lain.
Baca juga : Yakin Halal Dan Baik, Pondok Pesantren Di Jatim Siap Terima Vaksin AstraZeneca
Jokowi meninjau vaksinasi massal yang diberikan secara gratis kepada masyarakat dalam kunjungan kerjanya ke Jatim. Dia ingin memastikan, masyarakat betul-betul mengikuti program vaksinasi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyaksikan pemberian dosis vaksin AstraZeneca kepada Ketua Majelis Ulama Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah.
Vaksin yang sama juga diberikan kepada Rais Syuri Syuriah PCNU Sidoarjo KH Ahmad Rofiq Siroj hingga mantan pemain tim nasional sepak bola Uston Nawawi.
Selain itu, ada sekitar 150 peserta dari kalangan pekerja publik, tokoh agama hingga para atlet yang juga menerima suntikan dosis vaksinasi.
Kiai Hasan mengatakan, berdasarkan pendapat para ulama, vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca hukumnya halal. Bisa digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi. Dia menyebut, fatwa kehalalan AstraZeneca akan diterbitkan.
“Bapak Presiden telah bertemu dengan kiai-kiai sepuh dan mendengarkan apa pendapat dan respons dari para romo kiai, para pengasuh ponpes, bahwa vaksin AstraZeneca ini hukumnya halalan dan thayyiban (halal dan baik),” ujar Kiai Hasan.
Dia mengapresiasi niatan Jokowi untuk memulai vaksinasi AstraZeneca di pondok pesantren di Jatim. Dia berharap, langkah ini bisa diikuti oleh elemen masyarakat lainnya.
Sementara, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim juga memutuskan, hukum vaksin AstraZeneca halal dan suci meski ada unsur babi dalam vaksin tersebut.
Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar menjelaskan, informasi tersebut perlu diketahui masyarakat agar tidak ada rasa kekhawatiran saat hendak mengikuti vaksinasi.
“Otoritas pemberi fatwa Mesir, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Timur Tengah, menyatakan vaksin halal. Itu yang disampaikan NU Jawa Timur ke umat,” tutur Marzuki.
Baca juga : Genjot Vaksinasi Lansia, Ini Strategi Yang Diterapkan Pemkab Tangerang
Marzuki menjelaskan, unsur babi dalam proses pembuatan vaksin tidak lagi dihukumi najis atau haram. Sebab, unsur babi itu sudah beralih wujud atau disebut istihalah.
“Barang najis itu kalau sudah beralih wujud maka tidak menjadi najis, tidak menjadi haram lagi,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta label haram vaksin AstraZeneca tak perlu dipersoalkan. Sebab, MUI juga telah mengizinkan vaksin tersebut digunakan dalam kondisi darurat.
“Sebab, tidak halal pun MUI bilang boleh, apalagi kalau itu memang halal, tentu menjadi lebih boleh. Itu bukan problem menurut saya,” ujar Ma’ruf.
Lagipula, pihak AstraZeneca juga telah menjelaskan, vaksin mereka tidak mengandung unsur babi. Jika ini berhasil dibuktikan, artinya vaksin tersebut lebih bisa digunakan. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya