Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Bongkar Kabinet Di Tengah Pandemi

Bambro Sudah Pamitan, Bahlil Menteri Investasi?

Sabtu, 10 April 2021 07:45 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro saat peresmian Science Technology Park, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (9/4). (Foto: Dok Unhas)
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro saat peresmian Science Technology Park, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (9/4). (Foto: Dok Unhas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat sedang berjibaku memerangi Corona, wacana bongkar kabinet kembali mengemuka. Pemicunya, Presiden Jokowi memilih menggabungkan Kemenristek ke Kemendikbud, lalu akan dibentuk pula kementerian baru. Namanya: Kementerian Investasi. Menristek Bambang Brodjonegoro (Bambro) sudah kasih isyarat akan berhenti. Lalu, siapa yang akan jadi Menteri Investasi? Apakah Bahlil Lahadalia yang saat ini menjabat Kepala BKPM? Atau...? Kita tunggu saja.

Keputusan penggabungan Kemenristek (Kementerian Riset dan Teknologi) dengan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) baru diketahui publik setelah Rapat Paripurna DPR, kemarin. Dalam Rapat Paripurna itu, para politisi Senayan menyetujui Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian, yang sebelumnya dibahas dalam Rapat Konsultasi Pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR, Kamis (8/4).

Keputusannya ada dua. Pertama, menggabungkan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud. Kedua, membentuk Kementerian Investasi.

Baca juga : Komisi IX DPR Minta Menteri BGS Sediakan Psikolog Di Puskesmas

Adanya keputusan ini langsung menghangatkan isu reshuffle. Apalagi sudah beredar kabar Menteri Bambang Brodjonegoro sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke Presiden Jokowi.

Saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, tadi malam, Bambang irit bicara. “No comment,” jawab Bambang, singkat.

Namun, Bambang sudah memberikan sinyal akan mundur saat bicara di peresmian Science Technology Park, di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, kemarin. Bambang menyebut, kunjungan itu mungkin jadi yang terakhir bagi dirinya sebagai Menristek.

Baca juga : Booming Hidroponik di Masa Pandemi, EWINDO Kembangkan Sejumlah Varietas

“Hari ini (kemarin, red), mungkin akan menjadi kunjungan saya terakhir ke daerah sebagai Menristek. Karena sesuai hasil Rapat Paripurna DPR, Kemenristek akan dilebur ke dalam Kemendikbud. Jadi, artinya, tidak ada lagi Menristek, dan tidak ada lagi kunjungan daerah dari Menristek,” ucapnya.

Kunjungan ini, lanjut Bambang, begitu istimewa. Selain menjadi akhir kunjungannya sebagai Menristek, Unhas juga adalah kampus pertama yang dikunjunginnya sebagai Menristek. Saat itu, dirinya membuka joint group meeting Indonesia-Perancis dalam bidang penelitian.

“Kebetulan atau karena apa. Padahal acara ini sudah disusun jauh-jauh hari. Tapi, kok yang terakhir di Sulawesi Selatan juga, di Unhas juga tempatnya,” ungkapnya.

Baca juga : Bappenas Dorong Perusahaan Lakukan Digitalisasi

Sementara terkait Kementerian Investasi, Juru Bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi memberikan sedikit bocoran.

“Rencananya, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) akan menjadi Kementerian Investasi. Untuk detailnya, silakan cek ke BKPM,” ucap Jodi, kemarin.

Jika lembaganya akan “naik kelas” menjadi kementerian, apa Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga akan ikut naik kelas? Mantan Ketua Umum HIPMI tersebut tidak mau menduga-duga. Ia menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Jokowi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.