Dark/Light Mode

Satgas: Zona Merah dan Oranye Wajib Shalat Id di Rumah

Selasa, 4 Mei 2021 22:22 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan, pelaksanaan ibadah berjamaah seperti Shalat Idul Fitri (Id) tidak boleh dilakukan di zona merah dan oranye. Ibadah harus dilakukan di rumah.

Hanya masyarakat di zona kuning dan hijau yang boleh melaksanakan ibadah berjamaah. Itu pun, dengan sejumlah syarat. Utamanya, meminimalisir kegiatan yang memunculkan kerumunan selama ibadah berlangsung.

"Misalnya, mengimbau melakukan wudhu dari rumah, membawa peralatan dan alas ibadah sendiri, hanya diikuti jemaah dengan jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa (4/5).

Berita Terkait : Anies Baswedan Anjurkan Masyarakat Salat Id di Tempat Terbuka

Masyarakat juga diminta membentuk satgas pengendalian Covid-19 di level masjid atau mushala untuk menegakkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Masjid atau mushala harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan pembersihan dengan desinfektan secara rutin. "Jika memungkinkan, memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung ibadah misalnya mendengarkan khutbah via virtual," imbuhnya. 

Sementara bagi masyarakat yang ingin menjalankan kegiatan buka bersama, sahur bersama, peringatan Nuzulul Quran, takbiran, dan halal bi halal atau silaturahim dengan jumlah massa yang cukup banyak, diharuskan berkoordinasi lebih dulu dengan satgas Covid-19 di daerah.

Berita Terkait : Kecewa, Satgas Sebut Kerumunan Tanah Abang Runtuhkan Jerih Payah Pemerintah

Durasi acara juga diminta untuk diperpendek dan aktivitas dilakukan di luar ruangan atau tempat terbuka. 

"Lebih baik dilakukan di luar ruangan untuk mengurangi sirkulasi virus di ruang tertutup dengan maksimal isi 50 persen dari kapasitas. Dihadiri orang terdekat saja, misalnya keluarga atau kerabat dekat satu wilayah," imbau Wiku.

Dia mengingatkan, ulama di Tanah Air sudah menyatakan bahwa keterbatasan kegiatan ibadah selama pandemi tidak akan mengurangi nilai ibadah yang dilakukan. Yang terpenting saat ini adalah membawa Indonesia lepas dari pandemi Covid-19 secepatnya.

Berita Terkait : Satgas Sesalkan Kerumunan di Pasar Tanah Abang

"Mari jalankan hal yang wajib, yakni untuk saling melindungi baik diri sendiri atau orang lain dan menunda terlebih dulu praktik ibadah yang timbulkan kerumunan dan dilakukan di dalam ruangan tertutup," tandasnya. [OKT]