Dark/Light Mode

Satgas: Balik Dari Mudik Bakal Dikarantina 5 Hari

Jumat, 14 Mei 2021 00:00 WIB
Foto: Zoom
Foto: Zoom

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat yang kemarin nekat mudik dan lolos dari penyekatan di jalan nampaknya harus berpikir dua kali untuk balik. Mereka bakal kena karantina selama 5 hari sebelum bisa sampai ke tempat tinggal masing-masing.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan, Satgas pusat sudah menginstruksikan Satgas Daerah yang terstruktur hingga ke desa untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan. Seluruh pemudik yang kembali diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dengan menjalani karantina.

"Jadi kalau mereka sudah pergi dan sekarang mau kembali maka akan ada kewajiban untuk melakukan karantina selama 5 x 24 jam untuk orang yang baru saja masuk itu," ujar Wiku dalam konferensi pers Kamis (13/5) sore.

Karantina dilakukan untuk memastikan pemudik tersebut negatif atau positif Covid-19. Soalnya, potensi penularan bisa terjadi saat berkerumun di kampung halaman atau dalam proses perjalanan.

Berita Terkait : Dalam Suasana Libur Lebaran, Hindari Silaturahmi Fisik

Kewajiban karantina selama 5 hari berlaku untuk pemudik yang kembali pada periode pelarangan mudik ini berlaku yakni 6 sampai 17 Mei 2021. Kewajiban tersebut juga berlaku untuk semua pemudik.

Terutama difokuskan untuk pemudik yang berasal dari Jabodetabek. Baik yang mudik ke Sumatera, ataupun ke Jawa.

"Kemudian kalau kembali mereka juga harus melakukan karantina. Kami lakukan itu untuk memastikan bahwa orang yang datang itu betul sehat," tegasnya.

Dalam diskusi yang sama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut pemerintah akan memperketat penyeberangan di pelabuhan Bakauheni menuju Merak dan 21 titik rest area dan jalan tol utama menuju Pulau Jawa.

Berita Terkait : Kasus Corona Sumatera Meningkat, Arus Balik di Pelabuhan Bakaheuni Diperketat

Dia menyatakan bahwa pada 15 Mei nanti pemerintah mewajibkan para calon penyeberang kapal feri pelabuhan Bakauheni mengantongi dokumen tes kesehatan rapid Antigen negatif Covid-19.

Aturan tambahan tersebut diambil karena melihat kenaikan kasus yang terjadi di Pulau Sumatera sejak April hingga Mei 2021.

Satgas Covid-19 mencatat kontribusi kasus Covid-19 dari Sumatera mencapai 27,22 persen pada Mei 2021, angka ini naik drastis dari Januari lalu yang tidak sampai 20 persen kasus secara nasional.

Dari catatan per provinsi, saat ini lima dari 10 provinsi dengan kontribusi Covid-19 terbanyak berasal dari Pulau Sumatera, yakni provinsi Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan.

Berita Terkait : Kapolri: Tanpa Penyekatan Mudik, Kasus Covid-19 Bisa Naik 30 Kali Lipat

Dari tingkat kematian, kontribusi Sumatra pun naik secara nasional sebesar 17,18 persen dibandingkan pada Januari 2021. Tidak hanya kasus harian tapi juga sebaran varian baru Covid-19 sudah menjadi ancaman di luar Jawa khususnya Sumatera. [JAR]