Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenag: Belum Ada Info Resmi Soal Haji 2021

Senin, 24 Mei 2021 16:48 WIB
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi. (Foto: Humas Kemenag)
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi. (Foto: Humas Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Informasi yang menyebut pemerintah Arab Saudi akan memberi izin secara terbatas bagi jemaah di luar negaranya, untuk beribadah haji tahun ini, viral di jagat medsos.

Namun, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi mengaku belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.

"Jika benar Saudi membuka pemberangkatan haji 1442 H untuk jemaah dari luar negaranya, meski kuotanya terbatas, tentu ini harus kita syukuri. Alhamdulillah, karena jemaah Indonesia juga sudah menunggu lama. Apalagi, tahun lalu juga tertunda," jelas Khoirizi di Jakarta, Senin (24/5).

Berita Terkait : Pengacara: Belum Ada Saksi yang Sebut Juliari Terima Suap

"Namun, sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan secara resmi tentang dibukanya pemberangkatan bagi jemaah di luar Saudi," sambungnya.

Khoirizi memastikan, Ditjen PHU terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi, untuk mendapatkan perkembangan informasi resmi dari Khadimul Haramain.

"Info resmi ini penting sebagai rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan, serta persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun ini," ujarnya.

Berita Terkait : Ketemu Di Balai Kota, AHY Dan Anies Saling Puji

Pertengahan pekan lalu, Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia dan Kementerian Kesehatan untuk membahas masalah vaksin Sinovac, yang digunakan jemaah Indonesia. Selain itu, Kemenag juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri.

Namun, dalam rapat koordinasi tersebut, belum ada informasi resmi apa pun dari Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Termasuk, soal vaksin, penerbangan, dan lainnya.

"Sesuai arahan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, kita akan terus melakukan persiapan dan proses mitigasi, hingga ada kepastian dari Saudi," pungkas Khoirizi. [HES]