Dark/Light Mode

Genjot Laju Pariwisata, Mas Menteri Siapkan Program Wisata Vaksin

Jumat, 11 Juni 2021 18:44 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @sandiuno)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @sandiuno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat ini program Wisata Vaksin sedang jadi tren di Amerika Serikat dan Eropa. Setelah paspor vaksin, wisata vaksin kini dilakukan untuk menggenjot laju pariwisata negara.

Tak ketinggalan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga tengah menyiapkan program tersebut di destinasi wisata seperti Bali. Program ini disiapkan sebagai salah satu upaya mempercepat target Vaksinasi Covid-19 nasional, sekaligus menggenjot laju sektor pariwisata.

Berita Terkait : Mabes TNI AL Serahkan 39 Unit Kendaraan Dinas

"Wisata vaksin ini suatu keniscayaan, ruang lingkup pariwisata dan ekonomi kreatif yang harus kita pastikan bahwa vaksin untuk warga negara Indonesia gratis, sebagai barang publik," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangannya, Jumat (11/6).

Sandi mengungkapkan, tren wisata vaksin ini akan dibuat dalam program pembangunan destinasi wisata. Karenanya, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mengajak para penyelenggara agen perjalanan untuk memasukkan kegiatan vaksin dalam paket wisata.

Berita Terkait : Legislator Asal Kalteng Harap Masyarakat Tak Termakan Hoaks Soal Vaksin

"Harapannya mungkin bisa dimulai seperti pemulihan Bali. Sebelum berangkat divaksin, tinggal 14 hari di Bali, dan sebelum pulang divaksin lagi," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini ingin program wisata vaksin meningkatkan vaksinasi yang belum tersentuh di Bali. Wisata vaksin juga diharapkan dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata itu.

Berita Terkait : Genjot Vaksinasi, RI Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

"Jadi ini yang kita harapkan kita lakukan dengan hastag #DiIndonesiaAja. Dan ini sedang saya laporkan dan saya diminta untuk menyusun program ini bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali," tutur Sandi. [UMM]