Dark/Light Mode

Genjot Vaksinasi, RI Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Jumat, 11 Juni 2021 07:31 WIB
Menlu, Retno LP Marsudi
Menlu, Retno LP Marsudi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali menerima sebanyak 1.504.800 dosis vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca yang  tiba di Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (10/6/) malam. Vaksin dalam bentuk jadi ini diperoleh melalui skema kerja sama multilateral Covax Facility.

“Alhamdulillah, pada malam hari ini, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral Covax Facility sebanyak 1.504.800 dosis. Sebelumnya, pada 5 Juni 2021, Indonesia telah menerima 313.100 dosis vaksin AstraZeneca, juga dari Covax Facility,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dikutip dalam keterangan persnya, Kamis (10/6).

Dengan kedatangan vaksin Astrazeneca pada 5 dan 10 Juni ini, imbuh Menlu, maka jumlah total vaksin AstraZeneca dalam bentuk jadi yang diterima Indonesia dari Covax Facility secara gratis adalah sebanyak 8.228.400 dosis vaksin. 

Berita Terkait : Jokowi Minta 1 Juta Vaksin Habis Sehari

Secara keseluruhan, total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini adalah sebanyak 93.728.400 dosis, dengan perincian vaksin produksi Sinovac sebanyak 84,5 juta dosis, AstraZeneca 8.228.400 dosis, dan Sinopharm 1 juta dosis.

“Insya allah hari ini, Jumat (11/6) akan tiba juga 1 juta dosis vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk program vaksin gotong royong,” ujar Menlu.

Dalam keterangan persnya, Retno menegaskan bahwa ketiga jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi Covid-19, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. 

Berita Terkait : Yang Belum Divaksin Mohon Sabar Ya, Semuanya Kebagian

Ketiga vaksin ini telah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

“Semuanya telah memperoleh Emergency Use Listing (EUL) dari WHO. Vaksin yang dipakai di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan,” tegasnya.

Menlu menambahkan, hingga saat ini terdapat enam jenis vaksin yang telah memperoleh EUL dari WHO. Selain Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, terdapat juga Pfizer, Johnson dan Johnson, dan Moderna.[MFA]