Dark/Light Mode

Percepatan Vaksinasi Batam Contoh Konkret Upaya Pencapaian Kekebalan Komunal Berbasis Wilayah

Sabtu, 12 Juni 2021 21:56 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Kawasan Industri Batamindo, Panbil Industrial Estate, dan PT Sat Nusa Persada Tbk., Kepulauan Riau, Sabtu (12/6)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Kawasan Industri Batamindo, Panbil Industrial Estate, dan PT Sat Nusa Persada Tbk., Kepulauan Riau, Sabtu (12/6)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seiring berjalannya waktu, berbagai penanganan pandemi Covid-19 yang diupayakan pemerintah dan didukung masyarakat menunjukkan hasil baik. Saat ini, kasus aktif Covid-19 nasional sudah jauh menurun sebesar 38,7 persen dibandingkan puncak kasus pada bulan Februari 2021.

Persentase kasus aktif Indonesia lebih rendah daripada global dan persentase kesembuhan juga cukup baik daripada global. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro yang diterapkan sejak awal tahun 2021 sejatinya juga telah terbukti memberikan kontribusi dalam melandaikan kasus harian Covid-19. 

Presiden Jokowi mengarahkan agar PPKM tetap dilanjutkan, diperkuat dengan 3T (testing, tracing, dan treatment) dan diperluas sebagai strategi penanganan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah berulang kali meninjau lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di beberapa wilayah untuk memastikan bahwa program tersebut telah berjalan sesuai harapan.

Pada Sabtu (12/6), Airlangga kembali melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) di Kawasan Industri Batamindo, Panbil Industrial Estate, dan PT Sat Nusa Persada Tbk., Kepulauan Riau.

"Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan kita untuk mengakhiri pandemi ini. Untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal, dibutuhkan 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia yang perlu divaksinasi. Semakin cepat terlaksana, semakin baik," ujar Airlangga, mengawali sambutannya.

Berita Terkait : Menko Airlangga: KEK Batam Bisa Buat Indonesia Setara Negara Maju

Selain itu, Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyebut, pemerintah selalu memastikan ketersediaan supply, keamanan, mutu, dan khasiat atau efikasi dari vaksin yang akan diberikan ke masyarakat.

Realisasi penyuntikan dosis vaksin di Indonesia sendiri termasuk dalam posisi 13 besar dunia dan 3 besar dari negara yang bukan merupakan produsen vaksin.

"Vaksinasi terus diupayakan agar meningkat kecepatannya. Hingga tanggal 11 Juni 2021, kita telah melakukan vaksinasi sebanyak 31,5 juta dosis dan akan terus ditambah dengan kecepatan vaksinasi yang mencapai sekitar 700 ribu dosis per hari pada bulan Juni ini serta 1 juta dosis per hari pada bulan Juli dan meningkat seterusnya," terangnya.

Untuk Kepulauan Riau sendiri, realisasi vaksinasi per 11 Juni 2021 telah mencapai 373.222 dosis. Dibandingkan target, penyuntikan dosis-1 telah mencapai 82,77 persen dan berada di urutan ke-3 dalam hal kecepatan, di bawah Bali dan DKI Jakarta.

Airlangga pun menjelaskan, vaksinasi kepada tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu syarat utama dalam upaya mempersiapkan rencana Safe Travel Corridor Nasional.

Bali, Batam dan Bintan merupakan salah satu daerah pariwisata prioritas (wilayah 3B) di Indonesia dan sentral dari pekerja migran Indonesia.

Berita Terkait : Transformasi Digital Industri Olahraga dan Peningkatan Prestasi Harus Beriringan

"Upaya percepatan vaksinasi di Batam dan Bintan diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan contoh langkah konkret untuk pencapaian kekebalan komunal berbasis wilayah atau pulau," tutur Airlangga.

Dalam upaya percepatan pada wilayah 3B ini, pemerintah pusat bersama Pemda akan memaksimalkan fungsi fasilitas pelayanan kesehatan dan sentra vaksinasi dengan menambah lokasi sentra dan tim vaksinator. Dengan begitu, diharapkan 70 persen penduduk di wilayah prioritas dapat tervaksinasi di bulan Juli 2021.

"Pemerintah akan berupaya keras untuk suksesnya vaksinasi di Indonesia, namun kunci dari keberhasilannya adalah harus didukung oleh semua pihak, semua komponen masyarakat dari seluruh bagian Indonesia. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin," tegasnya.

Vaksinasi Covid-19 dan kedisiplinan masyarakat harus dilaksanakan secara bersama. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Pemerintah juga akan terus mengintensifkan penerapan 3T sebagai bagian dari upaya keras dalam menangani pandemi Covid-19.

"Namun, kewaspadaan kita semua tidak boleh mengendur, terutama setelah liburan Idul Fitri kemarin dan jangan sampai terjadi pandemi gelombang ke-2 dan bahkan ke-3 seperti yang dialami sejumlah negara lainnya," pesan Airlangga.

Berita Terkait : Program PEN Dinilai Efektif Tingkatkan Ketahanan Ekonomi

Di penghujung sambutannya, dia juga mengajak masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, untuk terus berpartisipasi aktif dalam vaksinasi ini.

"Dengan percepatan vaksinasi, penguatan 3T, serta disiplin protokol kesehatan 3M, kita yakin dapat segera mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi Indonesia," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerjanya ke Batam kali ini, Airlangga juga berkesempatan memberi sambutan dan arahan dalam acara penyerahan Peraturan Pemerintah (PP) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic dan PP KEK Nongsa Digital Park.

Turut hadir dalam kunjungan Kerja Menko Perekonomian di Batam ini antara lain , Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wali Kota Batam sekaligus Ketua Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, dan seluruh jajaran kementerian, lembaga terkait, serta para pelaku usaha KEK. [OKT]