Dark/Light Mode

Kementerian ESDM Dorong Bio-CNG Jadi Subtitusi LPG

Sabtu, 10 Juli 2021 14:29 WIB
Webinar Bioshare Series 2 Pemanfaatan Biogas untuk Sektor Non-Kelistrikan di Indonesia, Kamis (8/7). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Webinar Bioshare Series 2 Pemanfaatan Biogas untuk Sektor Non-Kelistrikan di Indonesia, Kamis (8/7). (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mendorong pengembangan biogas menjadi Biomethane-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) dalam skala komersial sebagai bahan bakar transportasi dan difungsikan sebagai penggarnti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk industri.

Pengembangan Bio-CNG ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.

Berita Terkait : Menteri ESDM Girang, Sinergi Tembus Top 99 Pelayanan Publik Tahun 2021

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengatakan Bio-CNG ini merupakan pemurnian biogas (pure methene) dengan memisahkan komponen karbon dioksida (CO2) dan karbontetraoksida (CO4) serta menghilangkan komponen gas imperitis lainnya untuk menghasilkan gas metan dengan kadar di atas 95 persen.

"Karakteristik dari biometan ini menyerupai dengan CNG", ujar Feby pada acara webinar Bioshare Series #2 Pemanfaatan Biogas untuk Sektor Non-Kelistrikan di Indonesia, Kamis (8/7).

Baca Juga : Sore Ini, Menag Pimpin Sidang Isbat Dari Rumah

Lebih lanjut Feby mengatakan sebagai negara penghasil minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan limbah CPO, limbah pertanian, dan peternakan menjadi biogas serta biomethane.

"Manfaatnya (Bio-CNG) cukup signifikan karena saat ini Indonesia masih mengimpor LPG dalam jumlah besar serta sumber bahan baku untuk memproduksi Bio CNG cukup beragam," jelasnya.
 Selanjutnya