Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mahfud MD: Tangani Pandemi, Pemerintah Butuh Ulama

Jumat, 16 Juli 2021 15:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Ist)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta lembaga dan tokoh keagamaan berperan aktif bersama pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

"Kita harus terus berusaha sehat. Ikut cara nabi, kalau ada wabah, kata nabi yang dari luar jangan masuk, yang di dalam jangan keluar. Agar tidak saling menulari," imbau Mahfud saat hadir dalam silaturahmi dan dialog virtual dengan ulama dan tokoh agama, Kamis (15/7).

Menurut Mahfud, ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam kampanye melawan pandemi Covid-19 yang sedang melanda umat manusia di berbagai belahan dunia.

"Mari kita selamatkan bersama, kita ambil langkah-langkah cepat agar wabah cepat berlalu," tambah Mahfud.

Berita Terkait : Tepis Hoaks Covid-19, Pemerintah Kudu Rajin Gandeng Ulama

Mahfud menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan ulama dalam mengkampanyekan kesadaran akan bahaya Corona. Terutama meredam maraknya hoaks terkait pandemi Covid-19.

Mahfud juga mengapresiasi sejumlah dai dan tokoh agama yang memberikan pemahaman lewat video pendek di media sosial dan kemudian menjadi viral. Misalnya Ustadz Das’ad Latief dari Makassar dan Tuan Guru Bajang dari NTB.

"Video pendek seperti itu lalu disebarkan di medsos sangat efektif untuk memberi pemahaman kepada umat," ujar Menko Polhukam.

Bagi yang tidak percaya Covid-19, Mahfud meminta agar tetap di rumah agar tak mencelakai yang lain. "La dharara wala dhirara, jangan membahayakan diri sendiri dan jangan juga membahayakan orang lain," ungkap Mahfud mengutip pesan Tuan Guru Bajang di videonya tentang kaidah fikih dalam menghadapi wabah.

Berita Terkait : Saling Berbagi di Saat Pandemi, Bangun Ketangguhan Bangsa

"Hal-hal seperti itu yang diharapkan dari lembaga keagamaan, dari tokoh-tokoh agama agar kita lebih mudah menangani pandemi," ungkap Mahfud pada tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Hadir dalam pertemuan yang diinisiasi kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini antara lain Kepala KSP Moeldoko, Menko PMK Muhadjir Efendi, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, Prof Dr Azyumardi Azra, KH Ust. Das’ad Latif, Gus Muwafiq, dan Nyai Badriyah Fayumi.

Hadir pula dalam pertemuan KH. Cholil Nafis, Ust. Yusuf Mansur, Prof. Dr Abdul Mu’ti, Gus Reza Ahmad Zahid, dan Prof Dr Masyitoh Chusnan.

Sementara itu, guru besar UIN Jakarta Azyumardi Azra meminta pemerintah memberi tuntunan yang jelas terkait penanganan pendemi kepada ormas keagamaan dan majelis agama. Menurutnya, peran ormas dan majelis agama sangat penting terutama pada umatnya atau jamaahnya masing-masing.

Berita Terkait : Luhut: Atasi Covid-19, Pemerintah Perlu Pengusaha dan Pekerja

Hal serupa juga ditegaskan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Ia meminta regulasi pemerintah terkait ritual keagamaan seperti Idul Adha harus clear and clean.

"Jangan sampai ada pernyataan yang disalah tafsirkan. Niat yang jernih dan niat yang tulus dari pemerintah harus sesuai dengan tuntunan agama dan protokol kesehatan, agar tidak ada kesan pemerintah membatasi kebebasan beribadah dan tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat," pinta Abdul Mu'ti.

Seluruh tokoh agama yang hadir menyampaikan masukan dan uneg-unegnya pada pemerintah. Mereka mendukung usaha pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19 di tanah air. Sebelum ditutup, Menko Mahfud memberikan respons dan tanggapan atas masukan para ulama, dengan penekanan apresiasi dari pemerintah atas kerjasama dari semua tokoh yang hadir. [FAQ]