Dark/Light Mode

Jokowi: Isolasi Terpusat Dan RS Darurat Di Daerah Harus Dikebut, Jangan Tunggu RS Penuh

Selasa, 20 Juli 2021 06:16 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Foto: Setkab)
Presiden RI Joko Widodo (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta seluruh kepala daerah, untuk segera menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala. Terutama, di wilayah padat penduduk.

Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk tersebut diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

Berita Terkait : Bamsoet Dukung Ide Kompleks MPR Jadi RS Darurat Covid-19

“Penyiapan rumah isolasi, terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa. Ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan. Terutama, di kawasan-kawasan yang padat. Utamanya di kota-kota, ini harus ada," kata Presiden Jokowi dalam konferensi video dari Istana Bogor, Senin (19/7).

Berdasarkan hasil cek lapangan di sejumlah kawasan padat penduduk, Jokowi mengaku menemukan fakta, rumah berukuran 3×3 meter dihuni oleh 4 orang.

Berita Terkait : Pemerintah Terapkan PPKM Darurat Di 15 Daerah Luar Jawa-Bali, Ini Daftarnya

"Sehingga, kalau tidak disiapkan isolasi terpusat di kelurahan itu, atau paling tidak di kecamatan, penularannya akan sangat masif," tandasnya.

Selain itu, Presiden juga meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah. Termasuk, rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat.

Berita Terkait : PKU Muhammadiyah Prambanan Jadi RS Darurat Covid-19 Di Klaten

Sebagai langkah antisipasi, apabila terjadi lonjakan, sehingga kapasitas rumah sakit penuh.

"Paling tidak, kita memiliki perencanaan, bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan tunggu rumah sakit penuh, baru menyiapkan. Akan terlambat,” tegas Jokowi.
 Selanjutnya