Dark/Light Mode

Luhut: Relaksasi PPKM Jika Penanganan Covid Membaik

Rabu, 21 Juli 2021 22:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Pandjaitan. (Foto: Ist)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Pandjaitan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Pandjaitan menyatakan, relaksasi dan pembukaan aktivitas akan dilakukan secara bertahap mulai 26 Juli 2021 jika ada perbaikan penanganan Covid-19 dari semua sisi dan indikator.

"Kita akan lihat data-data, pada tanggal 26 Juli 2021 akan dilakukan relaksasi dan pembukaan bertahap di beberapa daerah apabila, saya ulangi, apabila menunjukkan perbaikan dari semua sisi terutama penurunan kasus dan indikator-indikator sesuai dengan acuan World Health Organization (WHO)," kata Luhut aaat konferensi pers virtual mengenai perkembangan PPKM, Rabu (21/7).

Luhut menjelaskan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, istilah atau penyebutan PPKM Darurat maupun PPKM Mikro tidak lagi digunakan. Pemerintah memutuskan untuk menggunakan penyebutan yang lebih sederhana yaitu PPKM dengan tingkatan atau level 1 hingga 4.

Berita Terkait : Ini Aturan Perjalanan Dan Berkendara Saat PPKM Level 4

Aturan PPKM Level 4 tersebut sudah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021. PPKM level 4 adalah tingkat tertinggi yang diterapkan pemerintah atau setara dengan pembatasan dalam PPKM Darurat.

"Nanti ada PPKM level 1 sampai level 4. Level 4 yang paling tinggi yang seperti sekarang kita sedang jalani," sebut Luhut.

Luhut juga menjelaskan, penentuan level 1 hingga level 4 dilakukan dengan menggunakan indikator di antaranya laju transmisi respons sistem kesehatan serta kondisi sosiologis masyarakat.

Berita Terkait : Jokowi: Ini Berat

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu mengklaim, ada penurunan pergerakan masyarakat, penurunan keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga penurunan kasus harian sepanjang periode penerapan PPKM Darurat.

Luhut juga memantau penurunan tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta dan Jawa Barat. Ia menyebut, bahkan ada beberapa wilayah yang bisa langsung naik ke level 2 atau mengalami perbaikan yang signifikan.

Ditambahkannya, pemerintah telah melihat potensi sejumlah wilayah yang mengalami perbaikan. Namun, pemerintah juga tak ingin jumawa dan tetap hati-hati menjaga tren positif itu.

Berita Terkait : Politisi PKB Minta Penegakan PKKM Darurat Lebih Humanis

"Kita juga ingin hati-hati. Supaya yang baru mulai baik ini, jangan jadi memburuk. Jadi mohon kesabaran kita semua karena kita berperang terhadap varian yang betul-betul sangat ganas," pungkas Luhut. [FAQ]