Dewan Pers

Dark/Light Mode

Permintaan Domestik Berperan Besar Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

Selasa, 27 Juli 2021 23:20 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi di lapangan untuk dapat memberikan respons yang optimal di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. 

Program vaksinasi juga terus di akselerasi untuk segera mencapai tujuan herd immunity.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat, saat ini jumlah suntikan yang diberikan telah mencapai 64,13 juta dosis, terdiri dari 45,5 juta dosis pertama dan 18,6 juta orang menerima dosis kedua. 

Pemerintah kata Airlangga, terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi dengan memperkuat koordinasi secara lebih intensif dengan Pemerintah Daerah.

Sedangkan dari sisi ekonomi,  Airlangga berharap pemulihan ekonomi  dapat segera kembali menguat. Di mana permintaan domestik yang tercermin dari indeks keyakinan konsumen Juni 2021 yang berada di level 107,4, dan diharapkan tetap berada di level optimis.

Berita Terkait : Diminta Beresin Rumah, Anak Polisikan Si Ayah

“Pada penguatan ini juga diharapkan dapat direspon oleh produsen dengan menjaga aktivitas produksinya agar tetap berada di level ekspansif, seperti yang tercermin dari Indeks PMI manufaktur sejak November 2020,” katanya.

Anggaran Program PEN 2021 menjadi sebesar Rp 744,75 triliun juga akan digunakan untuk mengoptimalkan program kesehatan dan perlindungan sosial dalam menjaga daya beli dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat.

Lalu program insentif usaha, Dukungan UMKM dan Korporasi, serta program prioritas juga akan terus diberikan sebagai bagian dari Program PEN dengan tujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha, termasuk emiten yang ada di pasar modal.

"Pemulihan yang tengah berlangsung di sepanjang tahun 2021 ini telah berkontribusi terhadap perbaikan kinerja emiten,” ungkap Airlangga dalam acara Webinar Berita Satu yang bertemakan “Tahun Kebangkitan Emiten” dikutip dari keterangan tertulis, di Jakarta (27/7).

Kemudian pemulihan ekonomi juga tercermin dari surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 14 bulan berturut-turut serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dengan baik turut memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia terhadap pandemi Covid-19. 

Berita Terkait : Tingkatkan Daya Saing, Kementan Siap Kembangkan Kampung Lengkeng

Pada saat yang bersamaan, nilai tukar dan IHSG telah membaik dibandingkan awal pandemi 2022 dengan masing-masing level Rp 14.493,00 per dolar dan 6.101 per 25 Juli 2021. 
Capaian ini didukung oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia, tercermin dari aliran modal asing yang telah kembali masuk sebesar USD 1,4 miliar sepanjang 2021.

Capital inflow sepanjang 2021 telah memperkuat fundamental pasar saham, dengan kapitalisasi pasar saham tumbuh mencapai Rp 7.172,00 Triliun per 21 Juli 2021.

Sebanyak 26 emiten baru telah melakukan IPO pada 2021 sehingga turut berkontribusi memperkuat supply pasar saham. 

Sementara itu, basis investor yang telah tumbuh positif mencapai 5,6 juta investor telah memperkuat demand pasar saham di tengah pandemi Covid-19.

Ia menuturkan, pasar modal dan pasar saham mempunyai peranan yang sangat krusial terhadap pemulihan ekonomi.

Berita Terkait : DPR: Sektor Kelautan Perikanan Kudu Bisa Setangguh Pertanian

"Optimisme yang terjaga pada seluruh emiten akan memberikan kontribusi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar dia.

Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021 dengan laju pertumbuhan di kisaran 3,7 persen-4,5 persen.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa program penempatan dana dan penjaminan kredit untuk mendorong kinerja sektor riil, termasuk emiten di pasar modal.

Diharapkan, melalui dua program ini, perbankan mampu meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil. Hingga 9 Juli 2021,  Bank Himbara, Bank Syariah dan BPD telah menyalurkan kredit sebesar Rp 404,53 triliun.

"Momentum pemulihan ini perlu untuk kita pertahankan bersama. Perbaikan permintaan domestik tentunya akan berperan besar terhadap perbaikan kinerja emiten. Saya yakin dengan penguatan sinergi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah dengan seluruh stakeholders hal ini dapat kita capai,” ujar Airlangga. [MFA]