Dark/Light Mode

Hasil Pantauan KSP

PPKM Manjur Turunkan Kasus Covid Di Semarang

Sabtu, 31 Juli 2021 07:05 WIB
Tim KSP melakukan verifikasi lapangan terkait ketersediaan oksigen, obat dan vaksin Covid-19 di wilayah Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Dok. KSP)
Tim KSP melakukan verifikasi lapangan terkait ketersediaan oksigen, obat dan vaksin Covid-19 di wilayah Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Dok. KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ampuh mengatasi penularan Covid-19. Kantor Staf Presiden (KSP) sudah mendapat laporan dari tenaga kesehatan (nakes) dan melihat langsung bahwa kebijakan tersebut manjur.

Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo mengungkapkan, kebijakan PPKM sudah teruji di Jawa Tengah, tepatnya di Semarang. Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit dan Puskesmas, maupun pasien yang menjalani isolasi mandiri di sana sudah berkurang.

Berita Terkait : Jawa Menurun Non Jawa Menanjak

“Laporan para nakes di Kota Semarang menyatakan kebijakan PPKM sejak 3 Juli telah memberikan dampak positif terhadap penurunan jumlah pasien positif Covid-19,” ujar Abraham dalam keterangan pers, kemarin.

Dia berharap, kurva kasus bisa terus menurun sehingga aktivitas pelaku usaha dan ekonomi masyarakat Semarang secara bertahap akan bisa berjalan.

Berita Terkait : Terbanyak Hari Ini, 679 Orang Meninggal Karena Covid Di Jateng

Diungkapkan Abraham, sebelum PPKM diterapkan, terjadi lonjakan pasien Covid-19, terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro (RSWN), Semarang. Namun saat berkunjung ke rumah sakit tersebut, tim KSP sudah tidak menemukan adanya antrean pasien.

Dalam verifikasinya ke Semarang, tim KSP juga memantau ketersediaan oksigen medis, pasokan vaksin serta obat terapi Covid-19 untuk masyarakat. Hasilnya, obat terapi Covid-19 masih mencukupi. Begitu pun dengan pasokan oksigen, setidaknya dalam tiga hari terakhir.

Berita Terkait : Masyarakat Senang Kalau Testing Tinggi, Kasus Positif Covid Turun

Namun, kondisi berbeda dialami vaksin. “Ketersediaan vaksin Covid-19 yang mulai menipis menjadi perhatian dan pasokan vaksin dari pusat Jakarta sangat diharapkan,” beber Abraham.

Dia pun mengapresiasi upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan RSWN. Rumah sakit itu punya inisiatif menyewa truk isotank untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang mencapai 16 ton.
 Selanjutnya