Dark/Light Mode

BMKG Ingatkan Bahaya Karhutla Di Sumatera Dan Kalimantan Pada Agustus

Sabtu, 31 Juli 2021 11:59 WIB
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kategori menengah hingga tinggi di wilayah pulau Sumatera bagian tengah dan sebagian NTB dan NTT.

Selain itu, BMKG memprediksi puncak musim kemarau pada beberapa wilayah rawan karhutla antara lain Sumatera bagian selatan dan sebagian besar pulau Kalimantan berada pada Agustus dan September 2021. 

“Pada Agustus hingga Oktober 2021, curah hujan rendah, sedangkan November hingga Januari 2022 masuk kategori menengah-tinggi. Oleh karena itu, perlu diwaspadai potensi karhutla di Agustus, kata Dwi dalam rapat tehnis antisipasi puncak karhutla yang digelar secara virtual, Jumat (30/7)
 
Direktur Jenderal Pengendaliam Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanti melaporkan bahwa menurut data pantauan titik panas sejak 1 Januari hingga 29 Juli 2021, terdapat dua wilayah yang titik panasnya telah berjumlah di atas 100. 

Baca Juga : Bagikan Vitamin Gratis, Pyridam Farma Kampanyekan #GerakanSejutaVitamin 

Dua wilayah tersebut, yaitu Kalimantan Barat dengan total sebanyak 164 titik dan Riau yang telah menyentuh angka 170 titik.

Pada kesempatan ini juga, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza juga melaporkan upaya TMC yang telah dilakukan di beberapa wilayah rawan karhutla. 

Penambahan volume hujan pada TMC periode Maret-April 2021 cenderung lebih baik dibandingkan periode Juni-Juli 2021. 

Baca Juga : Ibu Hamil Mau Divaksin? Simak Dulu Syarat Ini...

Hal ini sesuai dengan ketersediaan sumber awan potensial masing-masing periode. Secara Historis, curah hujan di Pulau Sumatera pada Juni, mulai menurun, sedangkan di Pulau Kalimantan penurunan terjadi mulai Juli, yang diikuti dengan peningkatan potensi kemunculan titik api. 

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), Letnan Jenderal Ganip Warsito menegaskan, bahwa selain fokus dalam upaya pengendalian Covid-19, pihaknya akan terus memberikan dukungan pendampingan dalam bentuk bantuan dana siap pakai serta sarana dan prasarana operasi pemadaman darat dan udara. 

Kemudian, pihaknya juga berkomitmen dalam hal pengerahan sumber daya nasional pada saat keadaan darurat bencana. 

Baca Juga : Usung Gaya Eropa, Diamondland Group Luncurkan Hunian Anyar Di Jaksel

BNPB juga membangun keterpaduan dalam peningkatan sosial ekonomi masyarakat di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dan mendukung KLHK dalam harmonisasi peraturan perundangan untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan.[MFA]