Dewan Pers

Dark/Light Mode

Transformasi Digital UMKM Pangan Bantu Pemulihan Ekonomi

Rabu, 25 Agustus 2021 20:51 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengucapkan syukur bahwa kinerja ekonomi Indonesia masih bertumbuh didukung dengan inflasi yang terjaga di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19.

“Kita wajib bersyukur meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian kita semakin membaik tetapi tetap harus menjaga kewaspadaan. Dan, alhamdulillah di kuartal II-2021 mampu tumbuh 7,07 persen (yoy), dengan tingkat inflasi terkendali 1,52 persen (yoy),” ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021, di jakarta Rabu (25/8). 

Presiden menambahkan, bahwa daya beli masyarakat harus ditingkatkan untuk mendorong sisi permintaan sehingga dapat menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi.

Dalam arahannya, Presiden menekankan, tiga hal penting kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga.

Berita Terkait : Airlangga: Kolaborasi Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Pertama, menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan distribusi yang ada di daerah.

Kedua, melanjutkan upaya yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif. 

Dalam hal ini dengan mendorong peningkatan produktivitas petani dan nelayan, serta memperkuat sektor UMKM untuk bertahan dan naik kelas.

Ketiga, meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi. 

Berita Terkait : Menko Airlangga: Strategi Pemulihan Ekonomi Dinilai Sudah Tepat

Untuk mendukung hal tersebut, kelembagaan petani perlu terus diperkuat, akses pemasaran diperluas dengan pemanfaatan teknologi termasuk platform digital, penyaluran KUR Pertanian dioptimalkan dengan mempercepat dan mempermudah penyalurannya, termasuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian, 
serta didukung pula dengan pendampingan yang intensif kepada pelaku usaha pertanian.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan, bahwa pandemi Covid-19 menjadi kesempatan untuk mendorong UMKM dan daerah surplus pangan masuk ke platform digital, untuk memperluas pemasaran produknya baik di daerah, nasional maupun global.

Sektor Pertanian Tumbuh Positif 

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengatakan, Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2021 yang mengangkat tema 'Mendorong Peningkatan Peran UMKM Pangan melalui Optimalisasi Digitalisasi untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan, sangat relevan di mana sektor pertanian konsisten tumbuh positif selama masa pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Jokowi Pede Daya Saing Ekonomi Kaltim Terkerek

Menko Airlangga juga menyampaikan,  bahwa sejalan dengan arahan Presiden, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah diarahkan untuk turut melakukan monitoring indikator utama perekonomian daerah secara real time, serta melakukan identifikasi potensi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi rantai nilai lokal, sebagai strategi baru dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah.

“Momentum Rakornas ini dapat menjadi suatu harmoni pengendalian inflasi nasional. Kami optimis dengan penguatan sinergi dan koordinasi TPIP-TPID bersama seluruh stakeholders, inflasi yang rendah dan stabil yang telah kita wujudkan dalam beberapa tahun terakhir dapat terus terjaga dalam jangka panjang,” tutup Menko Airlangga.

Dalam acara ini juga diumumkan peraih penghargaan TPID Award sebanyak 15 daerah. Penghargaan ini diberikan atas kinerja dan upaya TPID dalam pengendalian inflasi sepanjang tahun 2020. [MFA]