Dewan Pers

Dark/Light Mode

Level 2 Kini Dihuni 43 Kabupaten/Kota

Luhut: Wilayah PPKM Level 4 Di Jawa Bali Kini Tinggal 11

Senin, 6 September 2021 19:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Komandan PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: YouTube)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Komandan PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi Covid-19 di Tanah Air terus menunjukkan perbaikan yang cukup berarti. Hingga 5 September 2021, jumlah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 berkurang, dari 25 menjadi 11. 

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (6/9).

"Peningkatan yang signifikan terjadi pada level 2. Jumlah wilayah yang menerapkan PPKM Level 2, meningkat dari 27 menjadi 43 kota/kabupaten," kata Luhut.

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang, 10 Kabupaten Di Wilayah Jawa Turun Ke Level 2

Dari wilayah aglomerasi, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil turun ke level 3. Sementara Bali, diperkirakan masih membutuhkan waktu seminggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4 akibat perawatan pasien di rumah sakit yang masih tinggi.

"Saya sudah komunikasikan juga kepada Gubernur Bali tadi malam, untuk ramai-ramai mengatasi masalah ini," tutur Luhut.

Secara keseluruhan, indikator transmisi penyakit yang terdiri dari penambahan kasus konfirmasi, jumlah perawatan pasien yang ada di RS dan jumlah kematian, terus mengalami perbaikan. "Semua ini tentunya adalah sesuatu yang patut kita syukuri yang merupakan buah dari kerja keras kita semua," ujarnya.

Berita Terkait : PPKM Jawa Bali Diperpanjang Sampai 23 Agustus

Luhut menegaskan, apa yang kita capai hingga hari ini, bukanlah  euphoria yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apa pun yang kita lakukan, akan berujung pada peningkatan jumlah kasus ke depan. Ini yang harus kita hindari. 

Ia pun lantas mencontohkan ditutupnya sebuah restoran/kafe di wilayah Jakarta, yang terpaksa ditutup 3 hari karena tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

"Kami juga masih melihat restoran/kafe yang belum menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Padahal, ini demi keamanan kita bersama," tandasnya. [HES]