Dark/Light Mode

Menkumham Ingin Bangun Birokrasi Berkelas Dunia

Senin, 13 September 2021 22:26 WIB
Menkumham), Yasonna Laoly
Menkumham), Yasonna Laoly

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly menegaskan, butuh komitmen bersama dalam membangun Pemerintahan yang berbasis digital (e-government).

Ia mengatakan, bahwa untuk menuju e-Governance paling tidak dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pimpinan, perencanaan pembangunan teknologi informasi yang berkesinambungan, penyusunan regulasi yang adaptif dengan perkembangan jaman, pembangunan SDM, khususnya yang berkualifikasi Teknologi dan Informasi (TI).

Berita Terkait : Menteri Bintang Serukan Tidak Ada Diskriminasi Pekerja Perempuan

“Hal ini agar mempunyai kompetensi dan berkinerja tinggi dan dukungan yang optimal dalam peningkatan kapasitas satker yang mengemban tugas dan fungsi di bidang teknologi informasi," jelas Yasonna dalam Pembukaan Digital Leadership Academy (DLA) yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Senin (13/9).

Menteri dari PDI Perjuangan ini mengajak, para peserta Digital Leadership Academy (DLA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia melalui pemanfaatan teknologi informasi, dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.

Berita Terkait : Dulu Dicela, Kini Dipuji

"Marilah kita wujudkan birokrasi berkelas dunia dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung tercapainya kesejahteraan rakyat," imbuhnya.

Turut hadir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi I DPR; Meutya Viada Hafid. 

Berita Terkait : MRT Sabet Penghargaan Pelayanan Transportasi Publik Berbasis Teknologi

Selanjutnya, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo; Hary Budiarto, Director Oxford Internet Institute dari University of Oxford, Profesor Victoria Nash; Co-Director Institute of Water Policy dari National University of Singapore, Profesor Eduardo Araral; dan Executive Associate Dean School of Public Policy and Management dari Tsinghua University, Profesor Zhu Xufeng. [MFA]