Dewan Pers

Dark/Light Mode

Genjot Pembangunan Infrastruktur Transportasi

BKS Ingin Asmat Diketahui Seluruh Indonesia

Minggu, 26 September 2021 19:58 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (26/9). (Foto: Kemenhub)
Menhub Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (26/9). (Foto: Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk terus meningkatkan konektivitas dari dan ke Kabupaten Asmat, Papua. Langkahnya melalui pembangunan infrastruktur, baik sarana maupun prasarana transportasi. 

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (26/9). Kedatangan BKS, sapaan akran Budi Karya Sumadi, disambut Bupati Asmat Elisa Kambu, Ketua DPRD Asmat Yaoel Mangoprou, serta jajaran dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Asmat. 

BKS menjelaskan, pihaknya tengah melakukan sejumlah pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Asmat secara keseluruhan. “Kita tahu di Asmat ini ada Bandara Ewer, Pelabuhan Agats, dan infrastruktur transportasi lainnya. Kita ingin bangun infrastruktur di sini agar seluruh Indonesia mengetahui Asmat,” jelasnya.

Berita Terkait : Genjot Konektivitas Dari Dan Ke Asmat, Kemenhub Terus Bangun Infrastruktur Transportasi

Dia mengungkapkan, Ditjen Perhubungan Udara telah mengembangkan Bandara Ewer agar lebih memenuhi aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. “Kita bangun bandara ini dengan desain mengusung kearifan lokal. Kita buat ukiran khas budaya Asmat, dan interior terminal yang lebih cantik, yang diharapkan menjadi daya tersendiri bagi para wisatawan. Tahun depan masih akan terus kita kembangkan,” terangnya.

Saat ini, Bandara Ewer sudah memiliki runway atau landas pacu berukuran 1.650 x 30 meter yang sudah mampu didarati pesawat sejenis ATR-72. Selain itu, bandara ini memiliki apron seluas 90 x 70 meter, dan gedung terminal seluas 576 meter persegi.

Selain mengembangkan bandara, lanjut BKS, Kemenhub juga tengah melakukan peningkatan konektivitas melalui transportasi laut dan penyeberangan. Dia menginginkan Pelabuhan Agats yang ada di Kabupaten Asmat menjadi pelabuhan penghubung dari trayek kapal Tol Laut.

Berita Terkait : Jasindo Siapkan Asuransi Bagi Pekerja Migran Indonesia

“Saya sudah instruksikan Pak Dirjen Perhubungan Darat untuk memastikan Pelabuhan Agats menjadi penghubung angkutan logistik dari Surabaya melalui kapal tol laut. Lalu, dilanjutkan dengan kapal-kapal yang lebih kecil membawa logistik melalui sungai-sungai ke wilayah tengah Papua seperti Dekai, Yahukimo, Nduga, dan sekitarnya. Sehingga barang-barang bisa sampai ke saudara-saudara kita yang ada di puncak pegunungan,” terangnya.

BKS berharap, dengan adanya pengiriman logistik melalui sungai maka dapat menekan biaya pengiriman. Selain itu pihaknya juga berharap nantinya kapal-kapal tersebut juga dapat melayani warga masyarakat di sepanjang aliran sungai. Mantan Dirut Angkasa Pura II ini mengapresiasi Bupati dan jajaran Forkompinda di Kabupaten Asmat yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk membangun infrastruktur di Kabupaten yang terletak di bagian pesisir selatan Papua ini.

Kemenhub terus berupaya maksimal dalam membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana transportasi di Papua, sejalan dengan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Berita Terkait : DANA Digitalisasi 1.000 Desa Di Seluruh Indonesia

Usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, BKS melanjutkan kunjungan kerja ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, BKS meninjau sejumlah infrastruktur transportasi yakni Pelabuhan Ende yang tengah dikembangkan untuk mendukung program tol laut di kawasan Timur Indonesia. Selain itu, BKS juga meninjau Bandara H Hasan Aroeboesman yang merupakan salah satu dari 16 bandara yang ada di NTT. [USU]