Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP: Manajemen Talenta Nasional Perkuat Kebangkitan Kebudayaan Indonesia

Selasa, 5 Oktober 2021 21:59 WIB
Kepala Staf Kepresidenan  Moeldoko Menerima Audensi Pengurus Gentra Lestari Budaya (GLB), di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (5/10). (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Menerima Audensi Pengurus Gentra Lestari Budaya (GLB), di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (5/10). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui, kehadiran seni dan budaya asing di Indonesia tidak bisa lagi dihindari. Karena itu pemerintah sudah merumuskan berbagai program agar seni dan budaya Indonesia tidak tenggelam, bahkan bisa eksis di kancah internasional.

Manajemen Talenta Nasional disiapkan oleh Pemerintah untuk mewadahi seniman dan seniwati berpotensi. Melalui program itu, diharapkan ada rekognisi karya di tingkat internasional serta terciptanya ekosistem industri seni dan budaya,” ujar Moeldoko saat menerima audensi sejumlah pekerja seni yang tergabung dalam Genta Lestari Budaya (GLB), di gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (5/10).

Berita Terkait : Kemendagri Percepat Pembentukan Tim Penyelenggara Pemilu Bulan Ini

Menurutnya Seni dan Budaya merupakah salah satu ruang lingkup dalam Manajemen Talenta Nasional. Tujuannya, untuk menggali talenta seni dan budaya, mulai dari seni rupa dan kriya, seni pertunjukkan dan teater, musik, film, bahasa dan sastra, hingga fashion.

Mantan Panglima TNI itu juga mengatakan, orientasi kebudayaan Indonesia sudah saatnya melihat kebutuhan pasar. Apalagi sumber daya di bidang seni dan budaya sangat besar.

Berita Terkait : Flash Coffe Bangkitkan Kenangan Cup Of Java

“Kalau kita berbicara kebudayaan, yang muncul selalu keprihatinan. Tidak pernah muncul optimisme, ini yang sedih. Padahal kita punya resource yang luar biasa. Pertanyaannya, orientasi kebudayaan kita itu kemana? Ke market atau ke permunian? Mungkin ini perlu didalami lagi,” ujar Moeldoko.
 Selanjutnya