Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sinergi Kementan Tanggulangi Kasus Kematian Babi Di Kalbar

Sabtu, 23 Oktober 2021 16:24 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah saat memantau peternakan babi milik rakyat di Kapuas Hulu, Jumat (22/10)/Ist
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah saat memantau peternakan babi milik rakyat di Kapuas Hulu, Jumat (22/10)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) siap membantu masyarakat dan pemerintah daerah menanggulangi kasus kematian babi di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi. 

Menurut Nasrullah, kematian babi yang disebabkan penyakit African Swine Fever (ASF) ini memerlukan komitmen semua pihak dalam penanggulangannya. 

"Tidak hanya pemerintah saja, tapi perlu kebersamaan dan dukungan dari peternak dan pedagang babi serta pemangku kepentingan lain," ujarnya, Jumat (22/10).

Nasrullah menerangkan bahwa ASF bukanlah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Namun, disebutkannya bahwa ASF sangat berbahaya bagi ternak babi karena angka kematian ternak yang tertular ASF sangat tinggi mencapai 90 persen.

Berita Terkait : Cuma Terasa 2-4 Detik, Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan Di Blitar

"Peternak harus tahu dan paham tentang penyakit ini, dan mulai mengubah pola beternak menjadi lebih baik dengan penerapan biosekuriti," ujarnya.

Dalam acara Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pengendalian ASF yang diselenggarakan di Sintang dan Melawi, Nasrullah juga berpesan kepada para peternak agar tidak menjual dan melalulintaskan babi milik mereka yang sakit, agar tidak menyebarkan penyakit ke wilayah lain. 

Nasrullah kemudian mengajak semua peternak untuk memelihara babi dengan skala usaha dengan pendampingan pemerintah serta dapat menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

"Pemerintah telah menyiapkan KUR untuk petani dan peternak untuk meningkatkan skala usaha. Syaratnya mudah, tanpa agunan, dan bunganya sangat rendah yaitu 6 persen dibayar saat panen," jelasnya. 

Berita Terkait : Sinergi, Kunci Peningkatan Literasi Di Pandeglang

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kementan menyerahkan bantuan berupa desinfektan, obat-obatan, bahan sosialisasi, serta serum konvalesen ASF kepada peternak yang diterima melalui pemerintah daerah Kabupaten Sintang dan Melawi.  

Dukungan Pemda Dan Legislatif

Sejalan dengan Nasrullah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi, Oslan Junaedi dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar Muhammad Munsif mengatakan, perlu perubahan tata cara beternak babi oleh masyarakat dengan menerapkan prinsip cara beternak babi yang baik sesuai standar. 

Secara khusus, Munsif menegaskan, penyakit yang sedang dihadapi di Kalbar perlu ditanggulangi bersama oleh pemerintah, peternak dan pemangku kepentingan terkait lainnya. 

Berita Terkait : Kemenpora-PSSI Gelar Kursus Kepelatihan Dirtek Lisensi D

Sementara, anggota Komisi IV DPR Yessi Melania yang juga melakukan kunjungan kerja bersama ke Kabupaten Sintang dan Melawi berharap, langkah-langkah yang telah dilakukan Pemda dan Kementan dapat segera memutus mata rantai penularan ASF. 

"Saya meminta para peternak dan pedagang mendukung langkah yang diambil pemerintah, dengan tidak menjual dan memotong babi yang sakit," pintanya. 

Yessi berharap, peternak mulai menerapkan pola beternak babi yang adaptif dan sesuai dengan tata cara beternak yang baik. 

“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mencegah kasus penyakit, dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas KUR," tutupnya. [KAL]