Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cuma Terasa 2-4 Detik, Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan Di Blitar

Jumat, 22 Oktober 2021 13:56 WIB
Atap bagian teras Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar rusak akibat gempa, hingga jatuh ke tanah, Jumat (22/10). (Foto: BPBD Blitar)
Atap bagian teras Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar rusak akibat gempa, hingga jatuh ke tanah, Jumat (22/10). (Foto: BPBD Blitar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa bermagnitudo 5,3 yang berpusat di 8,84 LS dan 112,51 BT atau 78 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (22/10), menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Kabupaten Blitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melaporkan, guncangan gempa tersebut sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik di Kabupaten Blitar.

Laporan visual dari BPBD Kabupaten Blitar, atap bagian teras gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan dan terjatuh hingga ke tanah.

Berita Terkait : Dubes Heri Ajak Jepang Manfaatkan Kemudahan Investasi Di Indonesia

Asesmen sementara menyebutkan,1 gedung kantor Desa Sarang dilaporkan rusak ringan, 1 unit rumah rusak ringan, 1 gedung balai kesenian Desa Sidorejo rusak ringan dan 1 gedung kantor Kecamatan Binangun rusak ringan.

Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.

BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi, untuk mendata dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Berita Terkait : Menaker Pastikan Perbaikan Kesejahteraan Rakyat Papua 

Dalam keterangan resminya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Menurut BMKG, guncangan gempabumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek.

Berita Terkait : Kemnaker Matangkan Persiapan Pelaksanaan Presidensi G20

Hingga Jumat (22/10).pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari dari bangunan retak atau rusak, yang diakibatkan oleh gempa dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. [HES]