Dark/Light Mode

Mendag: Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan Bangkitkan Perdagangan Global

Senin, 25 Oktober 2021 10:12 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dok. Kemendag)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dok. Kemendag)

 Sebelumnya 
Sementara, Bahlil menjelaskan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi yang paling besar dalam pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi dan investasi. Kalau dilihat dari perkembangan hasil survei, konsumsi sudah stagnan sehingga tinggal investasi yang akan didorong.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kolaborasi antarinstansi dalam mengakselerasi. Terdapat tiga strategi untuk mendorong investasi, yaitu hilirisasi, insentif dan penyediaan alternatif kawasan industri, serta pemberian hak istimewa dalam bentuk insentif bagi investor yang berinvestasi di luar Jawa.

Baca juga : Pesawat Kargo Smart Air Kecelakaan Di Bandara Ilaga Papua, Pilot Meninggal

“Untuk hilirisasi, seperti nikel dan merambah komoditas lain, tetap menjadikan industri yang minimal 70 persen nilai tambahnya sudah harus masuk Indonesia. Sementara untuk insentif kawasan Industri, seperti di Batam, tanahnya pasti lebih murah dan izin akan diurus Pemerintah,” terang Bahlil.

Sedangkan Sandi memaparkan, pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 80 persen dan ekonomi kreatif Indonesia pun tumbuh minus. Pandemi juga mengubah gaya bepergian, yaitu secara personal, dapat menyesuaikan, secara lokal, dan dalam jumlah yang lebih kecil. Karakteristiknya berdasarkan higienis, mobilitas rendah, sedikit kerumunan, dan minim sentuhan.

Baca juga : Pemerintah Diminta Persiapkan Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah

“Untuk itu, Kemenparekraf menerapkan strategi fundamental meliputi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Tidak hanya untuk bertahan, tapi juga untuk menggenjot pemulihan membangun
ulang Indonesia dengan lebih baik,” ujar Sandi.

Sandi optimistis, pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia akan pulih dan bertumbuh. Lima destinasi super prioritas sedang dikembangkan untuk tidak sekedar menjadi daya tarik wisatawan, tapi juga diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat setempat. “Terdapat beberapa insentif di sektor pariwisata, seperti keringanan pajak dan pembebasan bea masuk. Diharapkan investor dapat mengembangkan bisnis yang menguntungkan dan dapat mengembangkan pariwisata Indonesia,” ucapnya.

Senada dengan Lutfi, Mari Elka menjelaskan, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,7 persen pada 2022. Pada umumnya, Asia Timur menunjukkan perbaikan. Negara-negara yang pasarnya terintegrasi lebih kuat dalam rantai nilai global pulih lebih cepat dan lebih kuat. "Menjaga pasar tetap terbuka, mendiversifikasi akses pasar, dan mendiversifikasi produk harus menjadi strategi Indonesia,” jelas Mari Elka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.