Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemendikbud Ristek Luncurin Pekan Kebudayaan Nasional

Senin, 25 Oktober 2021 18:01 WIB
Pekan Kebudayaan Nasional. (Foto: ist)
Pekan Kebudayaan Nasional. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) luncurkan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021. Peluncuran dilakukan Senin (25/10) malam.

Kegiatan PKN tahun ini mengangkat tema Cerlang Nusantara Pandu Masa Depan, khususnya yang berkaitan dengan kehebatan kearifan lokal pada sandang, pangan dan papan. 

Sebagai salah satu kegiatan yang diangkat PKN adalah Jewawut. Seperti dikatakan Kurator PKN untuk bidang pangan didampingi Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, saat menjelaskan mengenai keistimewaan dan sejarah Jewawut ada di bagian Candi Borobudur

Jewawut merupakan tanaman pangan sejenis serelia berbiji kecil dengan diameter sekitar 1 mm. Jewawut salah satu sumber pangan terbaik.Semua kegiatan tersebut dapat disaksikan dalam kegiatan virtual PKN yang mulai diluncurkan pada 25 Oktober 2021 pukul 19.00 WIB. 

Berita Terkait : Kemendikbud Gelar Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2021

Seperti dikatakan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid bahwa PKN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tema PKN adalah Cerlang Nusantara Pandu Masa Depan.

PKN Tahun 2021 mengangkat tiga sektor kearifan lokal sebagai akar ketahanan budaya, yaitu Sandang, Pangan, dan Papan. Tiga subtema tersebut diaplikasikan pada program-program yang berupa Kompetisi, Konferensi dan Lokakarya, Pameran, Pergelaran, dan Pekan Kebudayaan Daerah.

Kata Hilmar Farid, PKN tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kegiatan PKN dari setiap tahunya memberikan terobosan yang menarik, meskipun ditengah-tengah Covid-19. PKN tahun ini dilaksanakan secara virtual, kegiatan pra-PKN sudah dilaksanakan dari bulan Juli hingga saat ini masih berlangsung. 

“Berbagai kegiatan dari daerah sudah dipersiapkan, dan masyarakat bisa menyaksikan di halaman media sosial kebudayaan,' tegas Hilmar Farid.

Berita Terkait : Kemlu Ethiopia Luncurkan Buku Karya Dubes RI Al Busyra Basnur

Harapannya PKN yang fokus terhadap kearifan lokal sebagai ketahanan budaya bisa menjadikan tayangan edukatif tentang kecerlangan budaya nusantara. Begitu juga referensi bagi generasi bangsa, tentang kehebatan keragaman budaya nusantara, tentunya dengan kemasan berbeda dari tahun sebelumnya.

"Karena di Indonesia saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, maka seluruh produksi sepenuhnya dilakukan secara daring, tanpa mengubah substansi konten dari konsep kuratorial," lanjut Hilmar.

Dalam kegiatan PKN tahun ini telah ditunjuk beberapa dewan kurator dalam PKN 2021, yakni Samuel Wattimena untuk sektor sandang, Helianti Hilman di sektor pangan, dan Gregorius Antar Awal di sektor papan. 

Selain itu PKN melibatkan insan-insan kreatif dalam tayangannya: Riri Reza, Pritagita, Hanung Bramantyo, Jay Subyakto, lasja Susatyo, Ismael Basbeth, Eugene Panji, Robby ertanto, Buyungreza, Adrianto Sinaga, Leon Lolang, Richard Buntario, Raymond Ahari. 

Berita Terkait : Komitmen K3, Polteknaker Sabet Penghargaan Internasional

Disisi lain kegiatan yang sudah dipersiapkan, lanjut Hilmar yakni kearifan lokal di Sumba Timur, yaitu daerah dengan kekayaan kearifan lokal dan tradisi budaya yang luar biasa. "Beberapa kegiatan Sudah kita abadikan untuk disajikan dengan kemasan yang sangat menarik. Melibatkan berbagai stakeholder kebudayaan sesuai dengan tema Cerlang Nusantara,” kata Hilmar. 

"Pastinya kegiatan tersebut dikemas dengan cara kekinian. Tradisional bertemu teknologi, untuk Sumba Timur disutradarai oleh Buyung Reza, potensi budaya dikemas apik sebagai bagian dari pergelaran Pekan Kebudayaan Nasional yang akan dilaksanakan pada 19-26 November 2021 secara daring di website www.PKN.id pada 19-26 November 2021,” ujarnya. [DIT]