Dark/Light Mode

Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (1)

Dua Bersaudara Mengejar Mimpi, Dari Kampung Bebekan Ke Afrika Selatan

Selasa, 9 Juli 2024 16:44 WIB
Mas Geng nomor satu dari kiri. Mas Yon nomor tiga dari kiri dan Tudi nomor 5. Yang nomor 4 dari kiri adalah Slamet Yuono, pengacara yang banyak dikenal sebagai pembela orang yang terjebak pinjaman online, sedang belajar bersama. Foto: Tudiono
Mas Geng nomor satu dari kiri. Mas Yon nomor tiga dari kiri dan Tudi nomor 5. Yang nomor 4 dari kiri adalah Slamet Yuono, pengacara yang banyak dikenal sebagai pembela orang yang terjebak pinjaman online, sedang belajar bersama. Foto: Tudiono

 Sebelumnya 
Bagian 1

Main Layang-layang Dan Ingin "Terbang"

 

Baca juga : Mak Ganjar Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan Dari Barang Bekas Di Kota Mataram

Saat itu tahun 1974. Lamat-lamat terdengar teriakan dari kejauhan, teriakan Mas Geng yang berlarian berebutan mengejar layang-layang yang putus. "Tud tangkap Tud... Tangkap Tud". Teriakan itu semakin mendekat. Mas Geng sangat berharap Tudi dapat beraksi cepat untuk menangkap layang-layang itu. Tapi sayang, dia harus kecewa. Tudi yang berusia 6 tahun terlalu kecil belum tahu maksud pesan Mas Geng. Tudi malah menjauhi tempat jatuhnya layang-layang yang sudah di dekatnya dan yang sebenarnya tinggal mengambil saja. Ada rasa ketakutan menyelimuti wajahnya, entah karena apa.

Tetangganya, Lek Tugi, yang ada di sekitar situ mengambil layang-layang itu dan memberikannya kepada Tudi. Anak kecil itu sangat senang diberi layang-layang, suatu mainan yang saat itu sangat populer. Tinggi badan Tudi saat itu sekitar sepaha Lek Tugi. 

Baca juga : Koalisi Besar Kepentingan Juga Besar, KIB Genjot Visi Misi Dan Kerja Nyata

Tudi kurang berkembang baik dalam berbicara. Lidahnya agak tedal atau pelo, tidak bisa mengatakan dengan baik kata-kata yang mengandung konsonan R. Tudi sering dijadikan bahan untuk senda gurau teman-teman sebayanya. "Sepur, coba Tud", kata temannya. "Sepoo".... Ucap Tudi dan semua ketawa.

Mas Yon, Mas Geng, Tudi, Riyadi, Sis, Riyanto, dan beberapa anak-anak di kampung itu sangat ceria menikmati masa-masa kecilnya dengan mainan-mainan anak yang sederhana seperti layang-layang, umbul atau gambaran dan kelereng atau gundu. Masa permainan itu seperti ada musimnya. 

Baca juga : Megawati Penghargaan Medali Yobel Dari Presiden Kazakstan

Tudi sangat senang bermain layang-layang. Bahkan dalam hati dia ingin tetap bermain layang-layang walaupun nanti sudah jadi "orang".  Dia sebenarnya mengagumi pesawat terbang dan ingin naik pesawat itu terbang jauh di atas awan. Namun tentu itu hanya mimpi. Yang realistis adalah menerbangkan layang-layang, mengadunya dan menang. Ini akan cukup memuaskan keinginannya untuk "terbang." 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.