Dark/Light Mode

Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (1)

Dua Bersaudara Mengejar Mimpi, Dari Kampung Bebekan Ke Afrika Selatan

Selasa, 9 Juli 2024 16:44 WIB
Mas Geng nomor satu dari kiri. Mas Yon nomor tiga dari kiri dan Tudi nomor 5. Yang nomor 4 dari kiri adalah Slamet Yuono, pengacara yang banyak dikenal sebagai pembela orang yang terjebak pinjaman online, sedang belajar bersama. Foto: Tudiono
Mas Geng nomor satu dari kiri. Mas Yon nomor tiga dari kiri dan Tudi nomor 5. Yang nomor 4 dari kiri adalah Slamet Yuono, pengacara yang banyak dikenal sebagai pembela orang yang terjebak pinjaman online, sedang belajar bersama. Foto: Tudiono

 Sebelumnya 
Bagian 2

Kehidupan Anak Kampung Bebekan

 

Perekonomian yang minim, menjadikan anak-anak kampung Bebekan mencoba mencari sumber uang saku untuk jajan dengan mencari kayu-kayu di daerah Bangunan atau Buah-buahan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampung mereka, paling sekitar 2 -3 km. Daerah Bangunan atau Buah-buahan adalah daerah orang-orang yang kaya, dengan rumah-rumah gedong, besar-besar dan cukup wah. Di daerah itu masih cukup banyak pembangunan rumah. Mas Yon, Mas Geng, Tudi dan teman-temannya sering kali mencari kayu sisa-sisa bahan bangunan. 

Baca juga : Mak Ganjar Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan Dari Barang Bekas Di Kota Mataram

Kayu-kayu itu diikat dan dibawa ke kampung untuk dijual kepada mereka yang membutuhkan. Biasanya mereka yang memiliki usaha rumah makan atau penggorengan kacang. Umumnya rumah-rumah dan usaha rumahan masih menggunakan dapur berbahan bakar kayu. 

Anak-anak itu banyak berjalan berkeliling Buah-buahan untuk mencari sumber rejeki. Di saat musim buah mangga, yang banyak ditanam di halaman rumah-rumah di daerah elit itu, mereka “mengambil” mangga itu. Karena letaknya biasanya di dalam halaman rumah, mereka harus mencari pengait untuk meraih mangga. Tidak jarang anak-anak itu harus dikejar-kejar anjing karena pemiliknya memelihara anjing. 

Suatu Ketika, di jalan Mundu, Mas Yon, Mas Geng, Tudi dan teman-temannya “mengambil” roti-roti bekas yang dijemur dan diolah untuk makanan ternak. Roti-roti itu dijemur di halaman dalam dibatasi pagar. Mereka mengambil roti-roti itu dengan kayu pengait. Anak-anak itu pun bergembira melahap roti-roti itu padahal di beberapa bagian sudah mulai tumbuh jamur. Demikian gembiranya anak-anak itu, salah satu temannya Warno dengan tangan berakting ke atas menyanyikan lagu “Adam Siti Hawa, hidup pernah dalam surga…sebelum di dunia…” Masa itu, gembira itu mudah.

Baca juga : Koalisi Besar Kepentingan Juga Besar, KIB Genjot Visi Misi Dan Kerja Nyata

Salah satu tempat jujukan mengais rejeki adalah lapangan tempat pembuangan sampah yang cukup besar, di pinggiran daerah Buah-buahan. Anak-anak itu mencari rejeki dari sana mengambil apa saja yang masih berguna, seperti ballpoin bekas yang sudah rusak, mainan mobil-mobilan, potongan-potongan kayu, dll. Suatu Ketika, Mas Geng dan Tudi yang sedang asyik “berkelana” berdua di tempat sampah itu menemukan bungkusan tahu lontong yang masih tersisa. Mereka mengambil tahu lontong itu dan dengan lahap memakannya. Bagi mereka itu merupakan makanan yang “luxurious”.

Tempat lain adalah tempat pembuangan kulit-kulit pisang dari pabrik keripik pisang milik Pak Sihombing yang biasa disebut Pak Embing di jalan Kepala Sawit Bebekan Selatan. Tempat pembuangan itu berbatasan dengan jurang yang cukup curam dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Di bawahnya bibir Sungai Metro, salah satu Sungai besar di Malang.

Jurang itu sangat curam dengan sudut hampir 90 derajat. Karena di sekitar situ juga ditumbuhi beberapa pohon dan tanaman liar, Mas Geng dan Tudi berani bermain di tempat sampah itu dan mengais kalau-kalau masih ada pisang yang utuh. Apesnya, Mas Geng tergelincir dan meluncur ke bawah. Dia berupaya meraih pohon atau tanaman untuk berpegangan tetapi tetap saja jatuh. 

Baca juga : Megawati Penghargaan Medali Yobel Dari Presiden Kazakstan

Agus teman mereka yang umurnya sekitar 3 tahunan lebih tua berlari cepat ke bawah jurang dan menolong Mas Geng yang setengah pingsan.

Bersambung...

Oleh Tudiono, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Cape Town, Afrika Selatan, In Flight Jakarta-Cape Town, Juli 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.