Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Lawatan ke Asia

Pejabat Menhan AS: China Masih Jadi Prioritas

Kamis, 30 Mei 2019 11:15 WIB
Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pat Shanahan
Pejabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pat Shanahan

RM.id  Rakyat Merdeka - China masih menjadi prioritas Amerika Serikat (AS), di tengah ancaman Iran membayangi rencana AS untuk berfokus pada pesaing kekuatan besar.

Dilansir VOA, berbicara kepada wartawan dalam perjalanan ke Jakarta kemarin, Pejabat Menteri Pertahanan AS, Pat Shanahan mengatakan, ancaman di Timur Tengah dan Korea Utara akan menyita waktu, tetapi AS tidak boleh lengah terhadap kekuatan militer China yang berkembang.

"Implementasi Strategi Pertahanan Nasional adalah prioritas utama saya, dan China adalah prioritas dalam Strategi Pertahanan Nasional," kata Shanahan. Dia merujuk pada kebijakan pemerintahan Trump yang lebih fokus pada persaingan dengan Rusia dan China daripada pendekatan kontrateror.

Shanahan melakukan perjalanan yang disebut sebagai "perjalanan mendengarkan" ke wilayah Asia-Pasifik untuk meyakinkan sekutu mengenai komitmen AS bagi mereka. Shanahan akan menyampaikan pidato utama tentang situasi militer AS di Asia, dengan fokus khusus pada China, dalam forum pertahanan tahunan Shangri-La di Singapura akhir pekan ini.

Baca juga : Menhub Yakin Angkutan Udara Tetap Jadi Favorit Masyarakat

Dalam forum tersebut, Shanan diperkirakan akan bertemu Menteri Pertahanan China Wei Fenghe. Shanahan mengatakan ia akan menyebut bidang-bidang kerja sama dengan China dan secara terbuka menunjukkan isu-isu yang tidak disetujui China dan AS. Kedua negara itu terlibat perang dagang sementara militer mereka terus bersaing mendapatkan pengaruh di wilayah tersebut.

Militer AS telah melakukan beberapa operasi di Laut China Selatan dalam beberapa pekan ini untuk mendukung jalur universal melintasi perairan internasional yang diklaim China. AS juga telah transit melalui Selat Taiwan setidaknya sebulan sekali sejak awal tahun ini. AS mendukung Pemerintahan Taiwan, tetapi diklaim China sebagai miliknya.

Markas besar militer AS, Pentagon, menyebut China sebagai "pesaing yang hampir seimbang," tetapi Bradley Bowman, pakar pertahanan pada Yayasan untuk Pertahanan Demokrasi, mengatakan istilah itu dengan cepat menjadi "usang." Menurut Bowman, dalam banyak bidang, kemampuan China kini sebaik atau lebih baik dari AS. Ia tidak tahu apa jadinya bila AS saat ini berperang dengan China.

Dalam perjalanannya, Shanahan bertolak dari negara bagian Hawaii, menuju Indonesia. Setelah forum pertahanan Shangri-La, di Singapura, Shanahan akan mengunjungi dengan rekan-rekannya di Korea Selatan dan Jepang.

Baca juga : Keamanan dan Ketertiban Umum Masih dalam Kendali TNI-Polri

Perjalanan Shanahan menyusul kebijakan AS untuk memperkuat pertahanan AS di Timur Tengah. Yang menurut AS untuk melindungi pasukannya dari potensi ancaman Iran.

"Ancaman Iran terhadap pasukan kami di kawasan itu tetap ada," kata Shanahan.

AS menuding Pasukan Garda Revolusi Iran dan sekutunya melakukan sabotase tanker minyak di wilayah itu, serangan pesawat tak berawak pada pipa minyak Saudi dan serangan di Zona Hijau di Irak. Tapi tudingan itu belum ada bukti.

AS akan mengirimkan sekitar 900 tentara ke Arab Saudi dan Qatar untuk dukungan intelijen, pengawasan dan pengintaian tambahan, demi melindungi kepentingan AS. Selain itu, AS mengerahkan pesawat pengintai, sejumlah jet tempur, para teknisi dan memperluas kehadiran batalion pertahanan rudal Patriot yang beranggotakan 600 personel. [MEL]

Baca juga : Masyarakat Menanti Hasil Nyata Rakornas

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.