Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
China Kena Sentil
AS Puji Afsel Yang Gercep Ngumumin Varian Omicron
Minggu, 28 November 2021 17:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) mengapresiasi pemerintah Afrika Selatan (Afsel), yang bergerak cepat mengidentifikasi dan mengumumkan kemunculan varian baru B.1.1.529, yang telah diberi nama Omicron oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dalam pembicaraannya dengan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afsel, Naledi Pandor, Sabtu (27/11).
Keduanya juga mendiskusikan kerja sama meningkatkan cakupan vaksinasi di Afsel.
Baca juga : Agung Intiland Puji Polri Gercep Tangkap Pelaku Perampokan Karyawannya
"Blinken sangat mengapresiasi para ilmuwan Afsel, yang begitu cepat mengidentifikasi varian Omicron. Di samping mengacungkan jempol pada pemerintah Afsel, yang transparan dalam menginformasikan kemunculan varian Omicron. Ini patut menjadi contoh," demikian pernyataan Kemenlu AS seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (28/11).
Pernyataan ini seolah menyentil China, yang dinilai AS kurang transparan dalam menginformasikan asal-usul Covid.
Sejak zaman Donald Trump sampai Joe Biden, AS telah berulang kali mengkritik pemerintah China karena tidak mengungkap asal-usul virus Covid, yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019. Sebelum tersebar luas ke seluruh dunia, dan merenggut nyawa hampir 5,2 juta orang pada saat ini.
Baca juga : Kenaikan Inflasi AS Pukul Mata Uang Garuda
Agustus lalu, komunitas intelijen AS merilis sebuah laporan yang menyebut tidak dapat mencapai kesimpulan tegas tentang asal-usul virus, karena China tidak membantu dalam penyelidikan AS.
AS juga menuduh Beijing tidak bergerak cepat dalam membagikan informasi penting tentang wabah tersebut. AS menyebut, penanganan yang lebih transparan, dapat membantu menghentikan penyebaran virus.
"Dunia layak mendapat jawaban. Saya tidak akan beristirahat, sampai kita mendapatkannya. Negara yang bertanggung jawab, tidak melalaikan tanggung jawab semacam ini ke seluruh dunia," tegas Biden.
Baca juga : Bahas Pengganti Azis Syamsuddin, Airlangga Pimpin Rapat Golkar Di Slipi
Pandemi Covid adalah salah satu dari banyak sumber ketegangan akut AS-China hingga hari ini. Di luar masalah perdagangan, hak asasi manusia, dan masalah Taiwan. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya