Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mulai 1 Januari 2022, Orang Yang Divaksin Sputnik V Boleh Masuk Arab Saudi

Minggu, 5 Desember 2021 21:45 WIB
Ilustrasi vaksin Covid Sputnik V (Foto: Net)
Ilustrasi vaksin Covid Sputnik V (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mulai 1 Januari 2022, Arab Saudi memberikan lampu hijau bagi individu yang telah divaksin Sputnik V Rusia, untuk masuk ke negaranya.

Negara yang dipimppin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu kini bergabung dengan 101 negara lain, yang telah lebih dulu mengizinkan orang yang disuntik vaksin Sputnik V untuk masuk ke negaranya. 

Persetujuan ini datang setelah Kementerian Kesehatan Arab Saudi menjalin kerja sama dan diskusi ekstensif dengan RDIF, didukung Kementerian Investasi negara tersebut.

Pemberian persetujuan vaksin Sputnik V untuk mengunjungi Arab Saudi dan langkah bersama dalam memerangi pandemi, menjadi fokus pertemuan antara Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel, Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih, dan CEO RDIF Kirill Dmitriev di Riyadh pada awal November 2021.

Berita Terkait : Pemerintah Lobi Arab Saudi

"Keputusan yang dicapai akan memungkinkan umat Islam yang telah divaksin Sputnik V, untuk menunaikan ibadah haji dan umroh ke Kota Suci Mekkah dan Madinah," demikian pernyataan dalam situs resmi Sputnik V, Minggu (5/12).

Dalam alur kedatangan internasional di Arab Saudi, orang yang telah divaksin Sputnik wajib menjalani karantina 48 jam dan mengikuti tes PCR.

Pemerintah Rusia menyebut, negara-negara yang membuka perbatasan bagi mereka yang telah menerima vaksin Sputnik V, menunjukkan niat untuk mempercepat pemulihan industri pariwisata dan bisnis mereka.

Keputusan Arab Saudi membuka perbatasannya untuk mereka yang telah divaksin Sputnik V, dinilai mampu memainkan peran penting untuk meningkatkan arus wisatawan, dan membangun hubungan bisnis baru antara Rusia dan Arab Saudi. Termasuk, melalui kegiatan Dewan Ekonomi Rusia-Saudi.

Berita Terkait : Sugianto Sabran: Mulai Januari 2022, Bauksit Mentah Tak Boleh Keluar Kalteng

Dewan yang didirikan pada tahun 2019 itu bertujuan mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, serta investasi antara Rusia dan Arab Saudi di semua sektor. Dewan ini diketuai bersama oleh CEO RDIF Kirill Dmitriev dan Menteri Pengawal Nasional Kerajaan Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abdul Aziz.

Secara keseluruhan, memisahkan otorisasi vaksin Covid dari sertifikat vaksinasi merupakan langkah penting lain untuk menghindari diskriminasi vaksin. Ini mendukung upaya pemerintah dalam membuka kembali perbatasan, yang aman bagi penduduk lokal dan wisatawan.

Berikut ketentuan izin masuk bagi warga dari 102 negara yang telah disuntik vaksin Sputnik V.

a. Individu yang divaksinasi Sputnik V dapat mengunjungi total 31 negara tanpa persetujuan tambahan terkait Covid-19.

Berita Terkait : Mulai Senin, Jerman Haramkan Orang Belum Divaksin Masuki Restoran Dan Tempat Hiburan

b. 71 negara lain, meminta PCR negatif atau tes antibodi positif sebagai syarat tambahan saat masuk.

Dari 102 negara itu, hanya 15 negara yang memerlukan vaksin selain Sputnik V. Sebanyak lima negara dari daftar tersebut (kurang dari 9 persen perjalanan internasional), termasuk AS (kurang dari 3 persen), sepenuhnya memilih vaksin sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO diprediksi akan menambahkan Sputnik V, dalam daftar vaksin yang disetujui WHO pada tahun ini. [HES]