Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Malaysia Dihantam Banjir, Filipina Diterjang Topan
Tetangga Juga Sibuk Urus Bencana
Senin, 20 Desember 2021 07:20 WIB
Sebelumnya
Bencana alam yang terjadi di Filipina lebih parah lagi. Selain merusak rumah-rumah warga, badai topan Rai membuat 75 orang warga meninggal. Peristiwa itu terjadi kemarin.
Melansir laman berita Channel News Asia, lebih dari 300.000 orang meninggalkan rumah dan resort saat topan melanda wilayah Selatan dan Tengah Filipina. Bahkan, topan membuat jalur komunikasi dan aliran listrik mati di beberapa daerah, merobek atap rumah dan menjatuhkan tiang listrik berbahan baku beton.
Gubernur Bohol Arthur Yap mengatakan topan rai di wilayahnya telah terjadi sejak Kamis (16/12) lalu. Kecepatan anginnya mencapai 195 kilometer per jam. Akibatnya 49 orang warganya meninggal, 10 orang masih hilang dan 13 lainnya cedera. Angka tersebut menambah jumlah kematian akibat topan rai menjadi 75 orang. Bohol merupakan salah satu daerah tujuan wisata populer di Filipina.
Baca juga : Marah, Kapolda Metro Jaya Minta Polisi Yang Tolak Laporan Warga Dimutasi
Dia mensinyalir jumlah korban tewas bisa meningkat di provinsi yang juga dilanda banjir itu. Sebab, belum semua kepala daerah di provinsi tersebut yang bisa dihubungi. “Komunikasi masih terputus hanya 21 walikota dari 48 yang menghubungi kami,” kata Yap.
Topan Rai di Filipina merusak rumah-rumah warga dan membuat 75 orang warga meninggal. (Foto: projectlupad)
Kehancuran meluas sampai pulau Siargao, Dinagat, dan Mindanao. Foto udara yang dibagikan menunjukan kerusakan parah di kota General Luna di Siargao. Di wilayah tersebut banyak turis berkumpul menjelang hari Natal.
Gubernur Dinagat Arlene Bag-ao menyebut enam warganya meninggal. Karena itu menurutnya badai topan kali ini sama halnya dengan topan super haiyan yang terjadi pada 2013 lalu. Diketahui, topan haiyan tercatat sebagai badai yang paling mematikan di negara itu. Karena menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang.
Baca juga : Libur Nataru, Ganjar Ingatkan Warga Jateng Tetap Siaga Bencana
“Warga berusaha memperbaiki rumah mereka, karena bahkan pusat evakuasi telah roboh. Mereka tidak bisa mencari perlindungan di tempat lain semuanya hancur. Pulau Siargao, Surigao dan Dinagat mengalami nasib yang sama, kami memohon bantuan,” ujar Arlene.
Bagaimana dengan Indonesia? Di penghujung tahun ini, sejumlah wilayah di tanah air dilanda bencana yang berbeda. Mulai dari gempa bumi, banjir hingga meletusnya Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Selain pemerintah, baik pusat dan daerah, berbagai kalangan seperti TNI-Polri, LSM hingga masyarakat turut ambil bagian dalam upaya tanggap darurat.
Di saat pemerintah lagi pontang-panting urus bencana, pekan lalu, varian Omicron yang sedang ditakuti dunia, sudah mampir ke Indonesia. Sampai Sabtu (18/12) kemarin, sudah 3 orang WNI yang dinyatakan positif terpapar Corona. Tentunya, beban pemerintah makin berat dengan makin banyaknya ujian yang datang. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya