Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tunggangi ASEAN Rangkul Junta Myanmar
PM Hun Sen Mainkan Taktik Diplomasi Koboi
Jumat, 24 Desember 2021 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jelang Kepresidenan Kamboja di ASEAN tahun depan, Perdana Menteri (PM) Hun Sen ingin merangkul Junta Myanmar.
Sejak kudeta di Myanmar 1 Februari lalu, sebagian besar negara ASEAN belum menerima pemerintahan baru negara itu. Salah satu caranya, dengan tidak mengundang pemimpin Junta Myanmar di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT ASEAN) Oktober lalu. Serta KTT ASEAN-China sebulan kemudian.
ASEAN berdalih, Myamar tidak mencapai kemajuan yang memadai, sesuai dengan kesepakatan mereka dengan organisasi tersebut.
Baca juga : Gajah Tunggal Dirikan Puluhan Sentra Vaksinasi Di Grobogan
Namun, terlepas dari kekhawatiran yang diungkapkan oleh negara-negara ASEAN lainnya, PM Hun Sen kini menggembar-gemborkan keterlibatan organisasi itu dengan Junta Myanmar. “Itu langkah terbaik ke depan,” ujar Hun Sen.
Sebagai langkah pertama dalam upaya pendekatannya, Hun Sen telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Junta Myanmar Wunna Maung Lwin.
Pertemuan berlangsung di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh pada 7 Desember lalu. Hun Sen juga mengumumkan, akan mengunjungi Myanmar pada 2022. Untuk bertemu dengan para pemimpin senior militer. Termasuk panglima tertinggi dan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing.
Baca juga : Tari Saman Meriahkan Resepsi Diplomatik Indonesia Di Beirut
Charles Santiago, Ketua ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR), jaringan anggota parlemen yang mengadvokasi Hak Asasi Manusia (HAM) di kawasan itu mengatakan, pendekatan ASEAN terhadap Myanmar tahun ini mungkin bukan keberhasilan yang fenomenal. Tapi, telah ada keberhasilan kecil.
Kata dia, salah satu keberhasilan itu adalah membatasi partisipasi Myanmar pada pertemuan ASEAN.
“Tapi sekarang Hun Sen mencoba untuk melemahkan pendekatan itu,” kata Santiago, dilansir Al Jazeera, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya