Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemlu Pantau Penanganan Kecelakaan Kapal Yang Angkut WNI Di Malaysia

Kamis, 20 Januari 2022 21:08 WIB
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha. (Foto: ist)
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengawal penanganan terhadap para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam dua kecelakaan kapal di Malaysia pada Selasa (18/1) dan Kamis (20/1).

Hal tersebut dikatakan Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha seperti dikutip dari Antara, Kamis (20/1).

Judha menjelaskan, kecelakaan pada 18 Januari lalu terjadi di posisi 0,3 nautical mile dari barat daya Pontian Besar Johor. Kapal menabrak batu besar di dekat Pulau Pisang.

Berita Terkait : KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Kuansing Andi Putra

Kapal membawa 13 orang penumpang yang merupakan WNI. Tujuh orang ditemukan selamat, yakni lima perempuan dan dua laki-laki. Sementara itu, enam orang korban perempuan meninggal dunia.

Sementara, kecelakaan yang kedua terjadi pada Kamis (20/1). Lokasi kecelakaan berada di Pengerang, Kota Tinggi, Johor Bahru.

Judha mengatakan, info awal yang diterima, ada 27 orang diduga WNI yang ada di kapal tersebut. 19 selamat dan lima meninggal. Sedangkan, satu orang masih hilang.

Berita Terkait : Jokowi: Partneran Nggak Apa-apa, Yang Penting Pabriknya Ada Di Sini

Menurut dia, Konsulat Jenderal RI di Johor telah mendatangi lokasi kejadian, dan tim perlindungan WNI sudah berada di lokasi. Mereka melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

Untuk korban kecelakaan kapal pada 18 Januari, Judha mengatakan, sudah ada proses identifikasi yang dilakukan. Para korban WNI diketahui berasal dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau.

Selanjutnya, KJRI akan membantu proses identifikasi, pemulasaraan, dan repatriasi sesuai permintaan keluarga korban. Untuk korban selamat akan dilakukan pendampingan kekonsuleran, proses penyelidikan, atau proses hukum lebih lanjut.

Berita Terkait : KKP Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia Di Selat Malaka

“Dua kejadian ini menjadi concern kita, karena kami catat terjadi peningkatan kasus kecelakaan kapal di Selat Malaka,” ujar Judha.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengimbau agar masyarakat yang ingin berangkat ke luar negeri, terutama ke Malaysia, dianjurkan  menggunakan jalur resmi dan tidak mengambil risiko yang tak perlu. [DIT]