Dark/Light Mode

Dubes RI Dewi Gustina Dorong Dimulainya Perundingan PTA Indonesia Sri Lanka

Senin, 14 Februari 2022 13:00 WIB
Dubes RI untuk Sri Lanka Gustina Tobing dan Menteri Perdagangan Sri Lanka, Bandula Gunawardane di Kementerian Perdagangan Sri Lanka, 11 Februari 2022. (Foto KBRI Colombo)
Dubes RI untuk Sri Lanka Gustina Tobing dan Menteri Perdagangan Sri Lanka, Bandula Gunawardane di Kementerian Perdagangan Sri Lanka, 11 Februari 2022. (Foto KBRI Colombo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Repubik Indonesia (Dubes RI) untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing dan Menteri Perdagangan Sri Lanka, Bandula Gunawardane, sepakat mendorong segera dimulainya perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Sri Lanka.

Hal ini sebagai salah satu tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sri Lanka Januari 2018. PTA dinilai akan membuka jalan bagi banyak manfaat untuk peningkatan hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Baca juga : Dubes Uni Eropa Vincent Piket Puji Kemajuan Indonesia Melawan Penyiksaan

Dengan adanya PTA, diharapkan semakin banyak produk-produk Indonesia yang dapat masuk ke pasar Sri Lanka.

“Hal ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik Sri Lanka, namun juga memaksimalkan potensi Sri Lanka sebagai hub perdagangan serta sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia” jelas Dubes Dewi Tobing, di Kementerian Perdagangan Sri Lanka,11 Februari 2022.

Baca juga : Airlangga: Pers Bantu Indonesia Selamat Dari Hoaks Pandemi

Terkait dengan kebijakan Sri Lanka yang membatasi dan melarang impor produk non-esensial, Dubes Dewi mendorong Pemerintah Sri Lanka untuk mempertimbangkan untuk mencabut kebijakan tersebut. Sebagai responsnya, Menteri Bandula menyampaikan, pelarangan dan pembatasan impor tersebut hanya diterapkan untuk sementara waktu dan diharapkan dapat dicabut segera.

Kemudian, keduanya membahas upaya peningkatan perdagangan yang dapat diperkuat melalui skema joint venture dan investasi. Secara khusus Dubes Dewi meminta akses yang lebih terbuka bagi produk kelapa sawit ke Sri Lanka. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.